Footprints

When GOD opened the window of HEAVEN, HE saw me & ask, "What you wish for today?..." I said, "LORD... please take care of the person who read this message"
Tampilkan postingan dengan label Isi Hatiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isi Hatiku. Tampilkan semua postingan

Ibu Bermata Satu

| 23 November 2010 |


Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan. Keesokan harinya di sekolah

"Ibumu hanya punya satu mata?!?!" Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, "Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!" Ibuku tidak menyahut.

Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu..

Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya.

Saya memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi,
hatiku tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.

Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.

Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.

Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika..

Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan
langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri
melihat mata Ibuku. Kataku, "Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!" Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, "Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !" "KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!"

Ibuku hanya menjawab perlahan, "Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat," dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.

Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.

Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

"Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..

Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.

Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu
tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, di
tempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.

Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, "Itu karena ia mencintaiku" Anakku! Oh, anakku!"

Pesan ini memiliki arti yang mendalam dan disebarkan agar orang ingat
bahwa kebaikan yang mereka nikmati itu adalah karena kebaikan orang lain secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidup Anda!

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu Anda!
READ MORE - Ibu Bermata Satu


Curhatku dan Salam Perpisahan

| 9 Juni 2009 |

Ketika pertama kali aku diminta membuat blog ini, aku langsung menyetujuinya, memang karena sudah terpikirkan untukku mengenalkan persekutuan siloam (persekutuan yang juga pernah membesarkanku dan tempat pembelajaranku dalam pelayanan) kepada orang banyak. Dan dengan penuh semangat aku mengerjakannya setiap hari, sampai-sampai aku mengorbankan blogku sendiri (its a wonderfullday, save our earth, the world on my fingers) terkatung-katung saat itu.

Tapi tidaklah mengapa, karena aku melakukannya dengan sukacita dan aku anggap sebagai pelayanan dengan harapan supaya mereka (anak-anak persekutuan siloam sekarang) bisa mengekspresikan diri di blog ini dan bisa berkembang dalam hal teknologi.

Namun sungguh aku tak pernah menyangka, cintaku bertepuk sebelah tangan. Mereka yang meminta untuk dibuatkan blog siloam serasa tidak peduli, acuh tak acuh terhadap blog ini. Padahal blog ini untuk mereka dan milik mereka nantinya, aku hanya membukakan jalan saja. Tak ada respon yang positif dari mereka untuk ini. Hanya segelintir orang yang peduli dan sebagian lagi (lebih banyak) tak peduli sama sekali.

Aku merasa pengorbananku sia-sia belaka. Aku mencurahkan segala kekuatanku untuk blog ini supaya menjadi berkat, namun kenyataannya justru aku yang tidak mendapatkan berkat itu sendiri. Aku berjuang sendirian, memikirkan segalanya, mencari ide, browsing kesana kemari untuk mendapatkan feed back dari blog lain, mencari artikel dan menulisnya sendiri, dll.

Kalau ada yang mengatakan ini curhat, ya benar sekali! ini adalah curhatku, dimana aku merasa sia-sia berjuang untuk mereka. Hal ini menyebabkan aku ingin menghapus saja blog siloam, karena percuma saja. Tapi ada beberapa orang yang menyayangkan kalau hal ini terjadi, maka saat itu aku memutuskan untuk meberikan blog ini kepada mereka saja. Biar mereka yang pegang kendali dan aku tak mau ikut campur lagi didalamnya (apalagi sudah dapat page rank 2). Aku sendiri sebenarnya cukup sayang dengan blog ini.

Lagi-lagi terjadi hal yang tak terduga dan tidak mengenakkan pula. Aku membuang egoku untuk kelangsungan blog ini nantinya dengan jalan memberikan blog ini dan memberi pembelajaran buat salah satu anak silaom, dengan harapan blog siloam tetap hidup. Dan hal yang tak mengenakkan itu adalah saat aku datang kesana (bukan dia yang datang padaku), hanya untuk memberi pembelajaran mengenai blog ini ternyata dianya tidak ada. Aku luangkan waktu, berlelah-lelah tapi tak ada hasil.

Sekali lagi aku merasa sia-sia dan tak berguna sama sekali. Sudah terjadi kedua kalinya dan itu sangat mengecewakan dan menghancurkan hatiku.

Dan saat ini aku sudah membulatkan tekat untuk menghapus blog ini. Aku menutup hatiku untuk blog siloam. Lebih baik aku berkkonsentrasi pada blogku sendiri, dimana disana aku bisa menghasilkan dollar. Tak akan lagi blog siloam dalam waktu dekat ini. Dan semua artikel didalamnya akan kupindahkan ke blogku sendiri di "Jadikan hari-harimu Indah".

Buat teman-teman blogger, maaf blog ini tidak akan ada lagi untuk selamanya. Kalau berkenan silakan mampir saja ke blogku yang lain. 

Ah... senang rasanya bisa mengungkapkan semua, terima kasih untuk teman-teman blogger.

Good Bye



READ MORE - Curhatku dan Salam Perpisahan


followers

Labels

Archive