Footprints

When GOD opened the window of HEAVEN, HE saw me & ask, "What you wish for today?..." I said, "LORD... please take care of the person who read this message"
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Pencuri Keakraban

| 24 November 2010 |


I Yohanes 1:8-9 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, makaRata TengahIa adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Seorang laki-laki tua bersahabat dengan seorang anak laki-laki remaja yang bekerja bersamanya di sebuah toko kerajinan kayu. Mereka sering bekerja bersama untuk memasang bagian-bagian rumit dari kerajinan kayu untuk di jual di toko-toko cinderamata lokal.

Suatu hari, anak laki-laki itu mencuri beberapa pahatan kayu di tempat itu. Laki-laki tua yang menyaksikan kejadian itu dari dapur tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian itu. Namun beberapa hari kemudian anak itu tidak masuk kerja. Bahkan ketika mereka bertemu, anak itu mulai menjauh dan merasa malu. Persahabatan mereka yang dulunya begitu akrab, kini terputus. Keduanya seperti dua orang asing yang baru bertemu.

Hal yang sama terjadi ketika kita berbuat dosa. Akibat paling berbahaya bukanlah kerugian akibat tindakan kita yang salah, namun rusaknya hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita yang akrab dengan Bapa sorgawi terputus, bukan karena Tuhan tidak ingin bersekutu dengan kita, namun karena kita yang bersembunyi dan menjauhkan diri dari-Nya. Namun karena kasihnya yang begitu besar, Yesus hadir dalam hidup kita untuk menghapus semua rasa malu, rasa tertuduh dan juga menanggung semua dosa kita. Hal ini Yesus lakukan, agar hubungan kita dengan Allah Bapa dipulihkan kembali.

Jika hari ini Anda merasa ada yang menjadi penghalang hubungan Anda dengan Bapa, apakah itu rasa bersalah, kemarahan, kebencian atau dosa lainnya, datanglah kepada Yesus. Akuilah dengan kerendahan hati semua yang telah Anda lakukan dan alami. Mintalah Yesus untuk memulihkan Anda, dan mencairkan kebekuan yang ada dalam hubungan Anda dengan Bapa.

Allah sedang menantikan Anda, Dia ingin berbincang akrab dengan Anda kembali. Jangan biarkan dosa mencuri keakraban Anda dengan Bapa Sorgawi.
READ MORE - Pencuri Keakraban


Sekantung kue

| 23 November 2010 |


Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.

Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: ("Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!"). Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki jugamengambil satu.

Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir ("Ya ampun orang ini berani sekali"), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih!".

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu. Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.Kita sering mempengaruhi, mengomentari,mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
READ MORE - Sekantung kue


Ibu Bermata Satu

| |


Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan. Keesokan harinya di sekolah

"Ibumu hanya punya satu mata?!?!" Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, "Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!" Ibuku tidak menyahut.

Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu..

Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya.

Saya memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi,
hatiku tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.

Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.

Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.

Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika..

Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan
langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri
melihat mata Ibuku. Kataku, "Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!" Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, "Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !" "KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!"

Ibuku hanya menjawab perlahan, "Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat," dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.

Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.

Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

"Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..

Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.

Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu
tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, di
tempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.

Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, "Itu karena ia mencintaiku" Anakku! Oh, anakku!"

Pesan ini memiliki arti yang mendalam dan disebarkan agar orang ingat
bahwa kebaikan yang mereka nikmati itu adalah karena kebaikan orang lain secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidup Anda!

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu Anda!
READ MORE - Ibu Bermata Satu


Bola Golf dan Kantong Kertas

| 20 November 2010 |

Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh didekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton.

Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik? Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik.

Apa yang harus dilakukannya? Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi. Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bersama kantong kertas tadi. Resikonya terlalu besar.

Namun, pemain profesional ini tidak melakukan kedua pilihan tadi. Yang dilakukannya adalah ia mengambil korek api dari sakunya kemudian mebakar kantong kertas tadi. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia dapat memukul bola golf itu dengan pukulan terbaiknya.

Beberapa orang memilih untuk mendapatkan hukuman. Beberapa memilih untuk mengambil resiko. Namun sedikit sekali yang bisa berpikir untuk melakukan semuanya tanpa resiko dan hukuman.

READ MORE - Bola Golf dan Kantong Kertas


Jangan Pernah Lupakan Ini!

| |


Ulangan 31:8
“”Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."”

Suatu kali, kira-kira beberapa tahun yang lalu, Billy Graham mengalami masa-masa yang gelap dalam hidupnya. Meskipun ia telah berdoa kepada Tuhan mengenai apa yang ia alami, namun ia merasa langit seperti menjadi tembaga baginya. Tuhan seolah-olah telah menghilang dari hidupnya dan ia sendirian bersama pencobaan dan bebannya.

Billy Graham akhirnya menulis surat pada ibunya mengenai pengalamannya itu. Beberapa hari kemudian, ia pun mendapat surat balasan dari ibunya yang isinya sebagai berikut: “Nak, ada saatnya ketika Allah menarik diri-Nya untuk menguji imanmu. Dia ingin kau mempercayai Dia dalam kegelapan. Sekarang, raihlah dengan iman melewati kabut dan kau akan menemukan bahwa tangan-Nya ada di sana.”

Selesai membaca surat dari ibunya tersebut, tiba-tiba air mata keluar dari mata Billy Graham. Sambil berlutut di sisi tempat tidur, ia pun mulai menangis dan hadirat Allah yang melimpah dengan sekejap ia rasakan. Hari itu sungguh menjadi hari yang tidak pernah ia lupakan hingga saat ini.

Entah kita merasakan atau tidak merasakan hadirat Allah di saat jalan kita gelap, namun tetap berimanlah bahwa Dia ada disana. Jangan ragukan firman-Nya yang berkata, “Aku tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” karena memang itulah kebenaran yang sesungguhnya.

Allah selalu ada bersama Anda dan dalam keadaan apapun Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda seorang diri.
READ MORE - Jangan Pernah Lupakan Ini!


Tergesa-gesa Mendatangkan Celaka

| |


Amsal 16:32
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan”

Alkisah pada masa dinasti Song ada seorang petani yang tidak pernah sabar. Ia merasa padi di sawahnya tumbuh sangat lambat. Akhirnya ia berpikir, “Jika saya menarik-narik padi itu ke atas, bukankah saya membantunya bertumbuh lebih cepat?” Lalu ia menarik-narik semua padinya. Sampai di rumah, dengan bangga ia bercerita kepada istrinya bahwa ia baru saja membantu padinya bertumbuh lebih cepat.

Keesokkan harinya ia pergi ke sawah dengan bersemangat, tetapi betapa kecewanya ia ketika melihat bahwa semua padi yang kemarin ditariknya ke atas sudah mati. Karena tidak sabar, “usahanya untuk membantu” malah membuatnya rugi besar.

Demikian pula dengan Saul, raja Israel. Sebelum Saul berperang ke Gilead melawan bangsa Filistin, Samuel sudah berpesan bahwa ia akan datang kepada Saul untuk mempersembahkan korban. Samuel meminta Saul menunggu ia datang untuk memberi instruksi (I Samuel 13:8). Namun, Saul tidak mengindahkan perintah Samuel maupun hukum Tuhan. Ia tidak sabar menunggu Samuel. Ia lebih takut ditinggalkan rakyatnya dari pada takut pada Tuhan. Ketidaksabarannya membawa dampak yang fatal, Tuhan menolaknya sebagai raja (ayat 14).

Dalam hidup ini, kita juga kerap tidak sabar menunggu waktu Tuhan. Ketika pertolongan Tuhan rasanya tak kunjung tiba, jangan tergesa mengambil jalan. Bukannya menyelesaikan masalah, malah sering kali mendatangkan masalah baru yang justru lebih besar! Akar ketidaksabaran adalah tidak percaya. Jika kita sungguh-sungguh percaya Allah mampu menolong, kita akan menanti Dia dengan sabar.

Dalam hidup orang yang sabar selalu ada banyak kesempatan untuk Allah bekerja.
READ MORE - Tergesa-gesa Mendatangkan Celaka


Waspadai Isi Dompet Anda

| 18 November 2010 |


Lukas 12:15

Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Cinta akan uang seringkali menguasi hati manusia sehingga mengorbankan hati nuraninya dan mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Allah memberi peringatan keras tentang hal ini, karena mamon atau harta seringkali menggeser posisi Allah dalam kehidupan kita, padahal semua itu sifatnya sementara.

Dalam sebuah renungan harian, saya membaca sebuah kisah yang sangat mengesankan. Suatu saat dua orang pemain bola professional terjebak oleh badai salju di Rocky Mountain. Mereka terpaksa meninggalkan kendaraan yang mereka pakai untuk mencari tempat perlindungan. Setelah bersusah payah, mereka menemukan sebuah tempat dan untungnya disana ada beberapa potong kayu dimana bisa menghangatkan tubuh mereka. Namun sayangnya mereka tidak memiliki apapun untuk menyalakan api. Mereka hampir saja putus asa, untung salah satu dari mereka menemukan sebuah ide, mereka masih memiliki uang kertas di dompet mereka.

Segera saja lembaran-lembaran uang kertas itu dibakar diantara potongan-potongan kayu itu. Akhirnya api bisa menyala dan mereka bisa menghangatkan tubuh, hal ini menolong mereka bertahan melawan suhu yang membeku hingga pertolongan datang.

Terkadang Tuhan mengijinkan keadaan yang membuat kita bisa menempatkan harta kita sebagaimana seharusnya, sama seperti dua orang pemain sepak bola itu. Mereka sadar bahwa uang ribuan dolar yang ada dikantong mereka tidak sepadan dengan kehilangan nyawa. Demikian juga seharusnya kita sebagai orang percaya, harta dan uang yang kita bisa miliki di dunia ini, sebanyak apapun tidak sebanding dengan kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus. Jadi jangan Anda tukarkan harta yang kekal itu dengan sesuatu yang fana. Tentukan prioritas Anda.

Uang adalah fasilitas yang Tuhan beri agar Anda bisa efektif melayani Dia. Jangan sampai Anda menjadikan uang Tuhan atas hidup Anda.
READ MORE - Waspadai Isi Dompet Anda


Kristen Make-Up

| |


Amsal 31:30
“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”

Seorang wanita agar terlihat cantik di depan orang banyak maka ia akan berdandan. Ia akan me-make-up wajahnya dengan alat-alat kecantikan yang ia telah beli dari toko kecantikan tertentu. Pada satu sisi tujuan dari wanita merias wajah adalah baik, tetapi di satu sisi yang lain ada hal kurang baiknya.

Bagi yang terbiasa berdandan, ia tidak akan percaya diri dengan wajahnya yang tanpa make-up sehingga begitu keluar dari rumah maka wajahnya akan penuh dengan warna. Tidak jarang, untuk menipu wajah mereka yang sedang ditumbuhi jerawat maka mereka akan menebalkan riasan wajah agar tidak terlalu kentara dilihat orang.

Orang-orang Kristen sekarang ini cukup banyak yang berlaku layaknya seperti wanita yang me-make-up wajahnya. Agar terlihat orang lain sebagai pengikut Kristus yang taat dan baik, ia memoles habis-habisan sisi penampilan luarnya. Berpakaian rapi dan sopan, wangi, selalu melemparkan senyum kepada orang lain, dan hal-hal baik lainnya.

Jika boleh jujur, Allah tidak terlalu mementingkan semua itu. Dari Alkitab perjanjian lama sampai perjanjian baru diketahui bahwa Allah hanya concern dengan apa yang ada di dalam diri manusia. Bahkan saat Tuhan Yesus datang ke dunia dan melihat hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sepertinya saleh ketika itu, Dia justru memberikan kecaman kepada mereka.

Berpenampilan menarik dan simpatik di depan orang yang kita temui sebenarnya tidak salah, tetapi alangkah lebih baik jika kita lebih memfokuskan diri kepada apa yang dalam diri kita. Implikasinya, ketika kita melakukan apapun di depan orang lain maka apa yang kita lakukan itu benar-benar jujur, apa adanya.

Saat kita tersenyum kepada orang lain maka senyum yang kita lemparkan kepada orang lain itu adalah senyum yang berasal dari dalam hati kita. Saat kita memberikan semangat kepada orang yang sedang dalam putus asa, kata-kata yang kita keluarkan adalah kata-kata yang benar tulus dari dalam diri kita.

Jika ada diantara Anda saat ini yang masih menjadi Kristen make-up, berhentilah sekarang juga! Jadilah pribadi yang jujur kepada Allah dan sesama manusia karena sesungguhnya inilah kerinduan hati-Nya kepada setiap kita, anak-anak yang dikasihi-Nya.

Dari segala yang Allah lihat pada manusia, Dia lebih tertarik dengan hatinya, bukan yang lain.
READ MORE - Kristen Make-Up


Rasa Kasih itu Terlihat Dari Mata

| 15 November 2010 |

Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.

Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. Ia membiarkan beberapa kuda lewat, tanpa
berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju. Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang.. . dan ia pun berkata, "Tuan, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang ? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki."

Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, "Tentu. Naiklah." Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda. Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer.

Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda atas sesuatu, mendorongnya untuk bertanya, "Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang2 kuda lain lewat, tanpa berusaha meminta tumpangan . Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin seperti ini Bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana?"

Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggang kuda dan menjawab, "Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang." Si orang tua melanjutkan, "Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terasa jelas ada pada dirimu. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya. "

Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam. "Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak", ia berkata pada si orang tua. "Mudah-mudahan saya tidak akan terlalu sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain.." Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson, si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.
READ MORE - Rasa Kasih itu Terlihat Dari Mata


Doa Seorang Sahabat

| |


Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.

Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di
sisi-sisi pulau tersebut.

Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.

Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?" "Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini. "Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa."

"Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."

"Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu. "Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?" "Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"
READ MORE - Doa Seorang Sahabat


Anak Yang Hilang

| 14 November 2010 |

“Hidupku dipenuhi dendam. Aku luka, ya luka terbuka di dalam hatiku. Memang, aku hidup dengan berkelimpahan materi. Tetapi apakah itu cukup? Aku merindukan cinta. Cinta. Aku butuh diperhatikan. Aku mau dibelai, disayangi dan dipahami. Tetapi, tiap saat hanya kesunyian yang menemaniku. Orang tuaku terus saja sibuk dengan diri mereka sendiri. Terus saja menikmati kesenangan sendiri. Aku terlupakan. Aku tersingkirkan. Maka untuk apakah mereka melahirkan aku? Untuk apa? Untuk kesenangan mereka saja?” Anak lelaki itu menunduk. Tangannya gemetar. Matanya berkaca-kaca. Dia menekuk kedua lututnya dan bersimpuh di hadapan kami.

“Setiap kelahiran menandakan bahwa Tuhan belum putus asa terhadap manusia,” demikian tulis Tagore. Tidak, Tuhan tak pernah putus asa menghadapi kita semua. Sayangnya bahwa kita, manusia, yang sering merasa putus asa terhadap hidup yang telah diberikan oleh Tuhan. Kita sering melupakan bahwa hidup yang telah dilimpahkan kepada kita adalah suatu anugerah. Bukan suatu kutukan. Sementara kita tertatih-tatih menghidupi diri, waktu terus merayap. Bunga-bunga mekar mewangi lalu menguning layu. Musim silih berganti. Dan kita tetap saja meratapi dunia. Kita tetap saja enggan untuk berpikir. Untuk mencari makna keberadaan kita di alam raya ini. Untuk menghirup aroma segar hidup ini, harum atau busuk. Maka hidup pun menjadi gelombang kesepian yang pahit. Menjadi udara pengap ketakmampuan untuk menguak cahaya yang bersinar dari kasihNya. Kita menyisihkan diri sendiri. Lalu cahaya hidup menjadi padam...... Demikianlah, kami mengenal anak itu sebagai seorang bromocorah di suatu daerah perumahan yang cukup berada. Entah sudah berapa kali dia dibui karena perbuatan-perbuatannya. Perkelahian, penodongan, mabuk-mabukan dan bahkan pernah menikam seorang temannya hingga terluka dan nyaris tewas. Kini dia terlibat dalam kegiatan sosial di sebuah yayasan. Dia amat rajin dan lincah, terutama bila itu berhubungan dengan pembagian sembako kepada umat yang amat miskin. Pelayanan yang diberikannya terutama amat membantu di saat ketika banyak yang menyumbang sembako tetapi tidak ada tenaga lain yang bisa membantu menyalurkan sumbangan itu. Dan kini anak itu tepat berada di depan kami. Dan bertutur tentang salib hidupnya sendiri.

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” sabda Yesus. Ya, hidup kita adalah salib kita. Salib yang sering amat berat kita panggul. Salib yang sering membuat tubuh dan jiwa kita menjadi letih. Salib yang membuat, suatu saat dalam hidup Pablo Neruda, dikatakannya, Aku letih menjadi manusia. Salib kehidupan adalah salib yang saat ini kita semua memikulnya. Maka sesungguhnya kita semua adalah anak-anak yang hilang. Anak-anak yang kini hidup dalam perjalanan untuk mencari kebenaran sambil menghabiskan talenta kita. Dan mengais ampas kebenaran untuk dapat meneruskan perjalanan kita menuju rumah Bapa. Bapa yang tidak pernah akan membiarkan seorang pun dari anak-anakNya hilang. Anak lelaki itu lalu memandang kepada kami semua. Lalu dia melanjutkan kata-katanya. “Tetapi kemudian aku sadar. Betapa lemahnya aku. Aku telah tenggelam dalam duka lara untuk sesuatu yang tak pantas kutangisi. Untuk kemalangan yang tak mampu kuubah, aku harus menerimanya. Untuk kemalangan yang mampu kuubah, akan kupergunakan seluruh talenta yang telah diberikanNya, untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Mungkin tenaga satu orang tidak berarti apa-apa. Tetapi, paling tidak, bagi diriku sendiri, aku telah punya arti. Dan itu jauh, jauh lebih penting daripada hanya mengutuk dan menyesali hidup terus menerus. Dan tenggelam dalam duka cita yang tidak berguna.”

Kami semua berdiam diri. Kami semua sedang menikmati satu momen penting dalam menghayati keberadaan hidup ini. Seorang anak hilang kini telah kembali. Memang kita semua adalah anak-anak yang hilang. Tetapi siapa bilang kita cuma bayang-bayang? Siapa bilang kita tidak eksis? Dan di atas segalanya, dapatkah kita mengatakan bahwa hidup itu hanya suatu kesia-siaan? Bukankah dengan suatu sentuhan lembut dalam hati kita, suatu hari kelak, kita mungkin kembali? Dan tidakkah, suatu hari kelak, jika saatnya tiba, Dia akan bersabda: “Datang dan duduklah dalam haribaanKu yang tak terbatas, anakKu”

READ MORE - Anak Yang Hilang


Curriculum Vitae Yesus Kristus

| 11 November 2010 |

Nama : Yesus Kristus

Alamat : Markus 16:19

Sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah

Telepon : Doa, iman, percaya, pengharapan

Website : Alkitab (Injil)

Password : Kristus, Tuhan, Juru Selamat, Yesus

Tujuan

Aku menyampaikan kepada kalian riwayat hidupKu ini, karena Aku sedang mengusahakan suatu posisi management puncak dalam hatimu. Silakan membaca data pribadiKu berikut ini :

KeistimewaanKu

1. Selama Aku bersama mereka, aku memelihara mereka dalam NamaMu (Bapa), yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa (Yoh 17:12).

2. KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat 28:18)

3. Aku menebus manusia dari kutukan hukum Taurat (Gal 3 :13)

4. Berkat-berkat Perjanjian dengan Abraham datang atas diri kamu lewat diriku (Gal 3:14)

5. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Mat 11:5)

6. Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:5).

7. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang (Yes 5:10), Tuhan adil dalam segala jalanNya (Mazm 145:17), setia dalam segala perkataanNya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya (Mzn 145:13)

8. Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung daripada kedahsyatan malapetaka (Ams 1:33)

9. Aku mempertaruhkan hidupKu supaya kamu dapat hidup (2 Kor 5:15)

10. Aku adalah pendamaian untuk segala dosamu (1 Yoh 12:47), Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa (Mat 26:28), Aku mempunyai kuasa, kemampuan dan kekuatan untuk membersihkan dosa-dosamu (1 Yoh 1:7-9)

11. Dan masih banyak lagi, masih banyak lagi tak tertuliskan.

Personality

Tuhan itu berpanjangan sabar dan kasih setiaNya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Bil 14:18).

Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita (Mzm 103:9,10)

Latar Belakang

Aku menguasai seluruh pengetahuan yang luas dan dalam, kebijaksanan dan pengertian. Dalam diriku tersimpan segala harta hikmat dan pengetahuan (Kol 2:3).

FirmanKu begitu kuat, sehingga sebagaimana sudah ditulis menjadi sebuah pelita untuk kakimu dan terang untuk langkahmu (Mzm 119:105).

Aku bahkan dapat mengungkapkan semua rahasia hatimu (Mzm 44:22)

Achievement

Ada banyak perbuatan menakjubkan yang besar, terlalu banyak untuk dicatat di sini. Anda dapat membacanya di WebsiteKu dengan nama: Alkitab (Injil)

Referensi

Umat beriman dan para pengikut di seluruh dunia akan menyaksikan kesembuhan, keselamatan, pelepasan, mukjizat, pemulihan ilahiku dan bimbingan adikodrati.

Ringkasan

Sekarang bagaimana anda telah membaca cvKu, Aku yakin bahwa Aku merupakan satu-satunya calon yang berkualitas dan unik untuk mengisi posisi penting dalam hatimu.

Akhir kata, Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Ams 3:5-6)

Aku akan menuntun langkahmu dan menghantar anda menuju kehidupan yang kekal (Yoh 6:47)

Kapan Aku dapat memulai? Waktu adalah yang terpenting (Ibr 3:15)

Best regards

Yesus

READ MORE - Curriculum Vitae Yesus Kristus


Pengakuan dan Pengampunan

| |

Sebagai seorang sastrawan, Gunter Grass dikenal dunia bukan hanya penulis karya-karya berkualitas, tapi juga sebagai tokoh yang selalu menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan keberpihakan pada yang lemah. Tak heran jika ia mendapat pengharagaan Nobel Sastra.

Tapi, public terkejut saat Grass membuat sebuah pengakuan, bahwa sewaktu remaja, ia pernah menjadi anggota SS, alias prajurit Nazi. Beberapa kalangan menuntut penghargaan Nobelnya ditarik kembali Tapi, tak sedikit juga yang membela dan mengatakan, bahwa yang lebih penting adalah kontribusi luar biasa yang telah ia berikan kepada dunia, bukan masa lalunya. Lagipula, diperlukan keberanian luar biasa untuk jujur mengakui sebuah kekurangan dan mempertaruhkan nama baiknya sendiri. Mengakui kesalahan memang tidak pernah mudah. Demikian pula halnya dengan mengampuni kesalahan orang lain. Beberapa kalangan tidak mempermasalahkan keterlibatan Gunter Grass saat remaja dengan Nazi. Ia pun bahkan dianggap sebagai orang yang berjiwa ksatria. Tapi, tidak semua orang bisa memiliki pengalaman yang sama dengan Grass. Ada kalanya mereka harus menerima kenyataan, bahwa orang-orang disekitarnya tidak bisa mengampuni dan menerimanya lagi. Bahkan ada orang yang sampai tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.

Tapi, hari ini Firman Tuhan mengatakan, bahwa mengakui dan meninggalkan kesalahan yang pernah kita perbuat akan membuat kita disayangi. “Mengakui perbuatan jahat adalah awal dari perbuatan baik,” kata St. Agustinus. Satu hal yang perlu diingat, bukan kekuatan kita yang dapat membebaskan kita dari dosa dan perbuatan buruk kita di masa lalu. Hanya Tuhan saja yang dapat memampukan kita untuk mengampuni orang lain dan diri sendiri. Oleh karena itulah, kita tidak hanya perlu mengakui kesalahan dan meminta maaf pada orang lain, tapi juga pada Tuhan. Jika saat ini anda masih memiliki beban kesalahan di masa lalu atau berat mengampuni seseorang, segera mintalah pengampunan dan kekuatan dari Tuhan untuk mengampuni itu.

Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi (Amsal 28:13)

READ MORE - Pengakuan dan Pengampunan


Anggur Cinta

| 9 November 2010 |

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat daripada anggur” (Kidung 1:2)

Bukankah cinta itu sesuatu yang menakjubkan? Coba pikirkan tentang cinta pertama anda, debaran dan kegembiraan yang anda rasakanketika ada seseorang yang mencintai anda! Ketika saudara perempuan anda selalu mengingatkan anda betapa menyebalkannya anda, dan kaus kaki anda adalah kaus kaki yang paling bau di seluruh dunia, ada wanita lain yang harum dan secantik bunga yang mengatakan anda sungguh manis! Lalu anda menikahi sang bunga, danmenikmati keharumannya selama bertahun-tahun, sampai suatu hari, anda terbangun dan menyadari keharuman itu telah hilang.

Anda melihat si pengantin muda anda, dan waktu telah meninggalkan jejak di dirinya. Anda melihat cermin, dan bayangan anda sendiri tidak anda kenali. Kemanakah cinta telah pergi? Dalam kebanyakan kasus, cinta itu masih tetap ada disana, tetapi telah melalui beberapa perubahan positif dan negative. Cinta telah berubah kearah lebih baik melalui pendalaman akan pengertian yang baru dan lebih berkembang mengenai apa cinta itu.

Cinta bukan mengenai hubungan seksual, makan malam romantic dan berdansa di malam hari, tetapi mengenai hubungan dan cinta kasih. Pasangan anda tidak hanya mengedipkan matanya kepada anda, tetapi sekarang anda yangmengedipkan mata karena pedih, ketika ia membantu anda memasang contact lens. Ketika suami anda dulunya memandang anda dengan mesra dari seberang meja makan dan dengan lembut menyuapi anda dengan jarinya, sekarang ia menyuapi anda makan pagi, siang dan malam selama 6 minggu karena tangan anda patah, akibat cucu anda tiba-tiba melompat menimpa anda! Anda melihat rambut istri anda dan berpikir kemanakah rambutnya yang dulu hitam legam, dan sekarang hanya ada beberapa bayangan abu-abu? Anda memegang sendiri kepala anda hanya untuk merasakan licinnya kepala anda sekarang.

Yah, waktu telah mengubah diri anda berdua, dan ketika anda memikirkan kenyataan ini, sudut bibir anda bergerak naik dan anda sedang anda tidak sendirian dalam melewati transformasi alamiah ini. Anda berpaling kepada pasangan anda dan tersenyum tanpa alasan yang jelas, dan ia kembali berpikir anda sedang pada “masa senioritas” yang lain! Dan untuk yang negative, perubahan negative itu tidak perlu terjadi, tetapi sedihnya, dalam pernikahan, hal itu sering terjadi karena kita sering saling meremehkan. Kita berpikir hal tersulit adalah baigan memasukkan cincin ke dalam pasangan kita dan sekarang , kita dapat duduk-duduk santai dan menikmati masa indah selamanya. Dan ketika masa indah itu tidak datang, kita mulai marah, merasa frustasi dan menyalahkan, “Ia tidak bersikap sama kepada saya seperti dulu!” ujar anda. Bagiamana dengan anda? Bagimana sikap anda terhadap pasangan anda? Apakah anda berkata-kata dengan kata-kata pedas dan mengharapkan respon semanis madu? Bagaimana dengan tindakan anda sendiri? Apakah anda mengacuhkan kebutuhan pasangan anda, sementara anda menginginkan ia memenuhi kebutuhan anda?

Sebagaimana ayat itu membandingkan cinta dengan anggur, pernikahan seperti layaknya kebun anggur harus dirawat, disiram dan dipupuk jika anda menginginkan buah anggur yang manis dan lezat untuk dibuat anggur. Jika tidak, kebun anggur itu akan mulai mati dan mengering, dan air yang keluar dari buah anggur itu terasa asam. Cinta dalam pernikahan lebih nikmat dibandingkan dengan anggur, karena seperti rasa anggur yang semakin enak seiring dengan berlalunya waktu, cinta kasih yang terpelihara memiliki kemampuan untuk menumbuhkan karakter dan intensitas. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Mengacuhkan hubungan kita akan menyebabkan kepahitan jiwa dan kehancuran terhadap keselamatan yang telah kita peroleh.

READ MORE - Anggur Cinta


followers

Labels

Archive