Footprints

When GOD opened the window of HEAVEN, HE saw me & ask, "What you wish for today?..." I said, "LORD... please take care of the person who read this message"
Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan

Ibu Bermata Satu

| 23 November 2010 |


Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan. Keesokan harinya di sekolah

"Ibumu hanya punya satu mata?!?!" Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, "Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!" Ibuku tidak menyahut.

Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu..

Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya.

Saya memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi,
hatiku tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.

Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.

Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.

Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika..

Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan
langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri
melihat mata Ibuku. Kataku, "Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!" Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, "Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !" "KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!"

Ibuku hanya menjawab perlahan, "Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat," dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.

Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.

Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

"Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..

Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.

Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu
tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, di
tempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.

Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, "Itu karena ia mencintaiku" Anakku! Oh, anakku!"

Pesan ini memiliki arti yang mendalam dan disebarkan agar orang ingat
bahwa kebaikan yang mereka nikmati itu adalah karena kebaikan orang lain secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidup Anda!

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu Anda!
READ MORE - Ibu Bermata Satu


Thanks for being my Friends

| 19 November 2010 |

Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.

Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.

Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.

Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar,

Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun, meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.

Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...

Thanks for being my friend...
A lot of little heart to my frenzzz!!!
Friends are like balloons; once you let them go, you can't get them back.
So I'm gonna tie you to my heart so I never lose you.
READ MORE - Thanks for being my Friends


Anggur Cinta

| 9 November 2010 |

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat daripada anggur” (Kidung 1:2)

Bukankah cinta itu sesuatu yang menakjubkan? Coba pikirkan tentang cinta pertama anda, debaran dan kegembiraan yang anda rasakanketika ada seseorang yang mencintai anda! Ketika saudara perempuan anda selalu mengingatkan anda betapa menyebalkannya anda, dan kaus kaki anda adalah kaus kaki yang paling bau di seluruh dunia, ada wanita lain yang harum dan secantik bunga yang mengatakan anda sungguh manis! Lalu anda menikahi sang bunga, danmenikmati keharumannya selama bertahun-tahun, sampai suatu hari, anda terbangun dan menyadari keharuman itu telah hilang.

Anda melihat si pengantin muda anda, dan waktu telah meninggalkan jejak di dirinya. Anda melihat cermin, dan bayangan anda sendiri tidak anda kenali. Kemanakah cinta telah pergi? Dalam kebanyakan kasus, cinta itu masih tetap ada disana, tetapi telah melalui beberapa perubahan positif dan negative. Cinta telah berubah kearah lebih baik melalui pendalaman akan pengertian yang baru dan lebih berkembang mengenai apa cinta itu.

Cinta bukan mengenai hubungan seksual, makan malam romantic dan berdansa di malam hari, tetapi mengenai hubungan dan cinta kasih. Pasangan anda tidak hanya mengedipkan matanya kepada anda, tetapi sekarang anda yangmengedipkan mata karena pedih, ketika ia membantu anda memasang contact lens. Ketika suami anda dulunya memandang anda dengan mesra dari seberang meja makan dan dengan lembut menyuapi anda dengan jarinya, sekarang ia menyuapi anda makan pagi, siang dan malam selama 6 minggu karena tangan anda patah, akibat cucu anda tiba-tiba melompat menimpa anda! Anda melihat rambut istri anda dan berpikir kemanakah rambutnya yang dulu hitam legam, dan sekarang hanya ada beberapa bayangan abu-abu? Anda memegang sendiri kepala anda hanya untuk merasakan licinnya kepala anda sekarang.

Yah, waktu telah mengubah diri anda berdua, dan ketika anda memikirkan kenyataan ini, sudut bibir anda bergerak naik dan anda sedang anda tidak sendirian dalam melewati transformasi alamiah ini. Anda berpaling kepada pasangan anda dan tersenyum tanpa alasan yang jelas, dan ia kembali berpikir anda sedang pada “masa senioritas” yang lain! Dan untuk yang negative, perubahan negative itu tidak perlu terjadi, tetapi sedihnya, dalam pernikahan, hal itu sering terjadi karena kita sering saling meremehkan. Kita berpikir hal tersulit adalah baigan memasukkan cincin ke dalam pasangan kita dan sekarang , kita dapat duduk-duduk santai dan menikmati masa indah selamanya. Dan ketika masa indah itu tidak datang, kita mulai marah, merasa frustasi dan menyalahkan, “Ia tidak bersikap sama kepada saya seperti dulu!” ujar anda. Bagiamana dengan anda? Bagimana sikap anda terhadap pasangan anda? Apakah anda berkata-kata dengan kata-kata pedas dan mengharapkan respon semanis madu? Bagaimana dengan tindakan anda sendiri? Apakah anda mengacuhkan kebutuhan pasangan anda, sementara anda menginginkan ia memenuhi kebutuhan anda?

Sebagaimana ayat itu membandingkan cinta dengan anggur, pernikahan seperti layaknya kebun anggur harus dirawat, disiram dan dipupuk jika anda menginginkan buah anggur yang manis dan lezat untuk dibuat anggur. Jika tidak, kebun anggur itu akan mulai mati dan mengering, dan air yang keluar dari buah anggur itu terasa asam. Cinta dalam pernikahan lebih nikmat dibandingkan dengan anggur, karena seperti rasa anggur yang semakin enak seiring dengan berlalunya waktu, cinta kasih yang terpelihara memiliki kemampuan untuk menumbuhkan karakter dan intensitas. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Mengacuhkan hubungan kita akan menyebabkan kepahitan jiwa dan kehancuran terhadap keselamatan yang telah kita peroleh.

READ MORE - Anggur Cinta


Kasih itu memberi

| 8 Oktober 2010 |

Sebuah kisah nyata yg sangat menyentuh dan patut untuk kita renungkan di jaman yg semakin “gila” ini.

Dilihat dari usianya, beliau sudah tidak muda lagi,usia yang sudah senja. Pak Suyatno 58 tahun. Kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. Mereka dikaruniai 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa. Setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu berlangsung selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa seperti tidak bertulang. Dan lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton TV sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap hendak beristirahat. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka. Sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, ke empat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah menikah anak2 mereka ke luar rumah, dan tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan untuk merawat istrinya. Yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata, “Pak, kami ingin sekali merawat Ibu. semenjak kecil kami melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak izinkan kami menjaga Ibu”. Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya. “Sudah yg keempat kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan mengijinkannya. Kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini? Kami sudah tidak tega melihat Bapak. Kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baiknya secara bergantian. Jawaban Pak Suyatno sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.”Anak- anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian”. Sejenak kerongkongannya tersekat.”Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yg tidak seorangpun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang? Kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan supaya dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit?”Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil air mata jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau bersama tamu yg hadir di studio. Kebanyakan penonton perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita. “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan belaka. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Dalam keadaan sehatpun belum tentu saya mau mencari penggantinya apalagi dia sakit”

Semoga cerita renungan di atas dapat bermanfaat untuk menambah semangat hidup anda baik itu untuk yg lagi mendapatkan cobaan maupun tidak.

READ MORE - Kasih itu memberi


Setia Sampai Mati

| 3 April 2009 |



Di tengah maraknya perselingkuhan dan perceraian, kita beruntung masih bisa melihat kisah cinta sejati antaraRonald Reagan dan Nancy. Tahun 1950, Nancy bertemu Reagan saat ia bekerja debagai aktris di MGM. Dua tahun kemudian mereka menikah dan dikaruniai 2 orang anak; Patti dan Ron. Sejak saat itu mereka selalu bersama selama kurang lebih 54 tahun sampai maut memisahkan mereka.

Saat Reagan menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat selama 2 periode, Nancy selalu mendampingi dan menjadi penasehatnya. Di masa tua setelah pensiun (1994), Reagan menderita penyakit ALzheimer dan menghilang dari aktivitas publik. Sewaktu Reagan sakit, Nancy dengan setia mendampingi dan merawat suaminya selam akurang lebih 10 tahun. Penyakit itu merusak memori dan membuat Reagan lupa segala-galanya, bahkan ia tidak mengenal istrinya lagi.

Pernah suatu kali Reagan bertanya kepada Nancy, "Anda siapa, kok siang-malam menemani saya terus?" Dengan senyum sabar Nancy menjawab, "Aku istrimu sayang, itu sebabnya aku terus menemanimu." Nancy dengan setia tetap mendampingi sampai Reagan menghembuskan nafas terakhir pada 19 Juni 2004. Nancy berkata, "Saya kira satu-satunyasaat dimana mereka melarang saya masuk adalah saat ia berada di kamar operasi. Di luar itu saya selalu mendampinginya."

Kisah Nancy dan Reagan adalah bukti tentang kebesaran cinta. Nany setia menyertai suaminya dalam suka dan duka sampai maut memisahkan mereka. Ia bukan hanya mendampingi si koboy Reagan pada saat kuat, sehat dan terkenal, melainkan juga saat lemah, sakit dan menghilang dari publik dalam keadaan berduka.

Tuhan menghendaki rumah tangga orang beriman mencerminkan gambaran kasih dan kesetiaan seperti itu; selalu setia dalam suka dan duka, sehat dan sakit, kaya dan miskin, sampai maut memisahkan.


READ MORE - Setia Sampai Mati


Pacaran Yang Alkitabiah - Seri 2 (Seminar)

| 26 Maret 2009 |


Jenis-jenis jatuh cinta :


1. Cinta kagum

Cinta ini timbul karena kekaguman seseorang pada lawan jenisnya, bisa karena fisik, kepandaian, kekayaan, kecantikan, kegantengan. Kekaguman itu norma tapi tidak harus diakhiri dengan cinta dan memiliki.

2. Cinta tertolong

Jenis cinta ini unik karena timbul biasanya karena seseorang pernah ditolong oleh orang lain. Contoh: sekretaris yang ditolong bosnya, aktris diorbitkan oleh produser.

3. Cinta butuh

Cinta ini timbul karena seseorang merasa membutuhkan orang lain yang berlawanan jenisnya. Mungkin karena kita tidak punya ayah sehingga dekat dengan dia merasa mendapat pengganti ayah, atau situasi rumah yang sangat kaku sehingga ketika ada teman gadis manja yang nempel sekali dengan kita sehingga kita merasa sebagai hero. Cinta ini sangat bersyarat karena cinta ini diukur dengan : “apakah saya masih membutuhkan kamu atau tidak?”. Orang yang dari perantauan sering terjebak dalam cinta ini.

4. Cinta terhibur

Cinta ini timbul karena adanya kebutuhan akan sosok yang bisa menghibur hati. Contoh kalau dia bisa melucu, main keyboard, drum, nyanyi. Jangan sampai orang yang bisa menghibur kita harus kita cintai. Biasanya orang yang sedang frustasi atau sedang habis putus cinta sering melakukan kompensasi dengan cinta seperti ini.

5. Cinta kasihan

Cinta ini timbul karena perasaan kasihan pada lawan jenis. Bisa karena sumber ekonomi, pendidikan atau juga nasib orang yang dicintai itu. Mungkin juga kasihan karena dia sudah tidak punya ayah atau ibu. Hal ini juga berbahaya karena cinta itu tidak boleh didasari oleh perasaan bahwa saya lebih hebat atau saya kasihan padanya. Cinta harus didasari pada perasaan kasih yang sederajat, saya membutuhkan dia dan dia membutuhkan saya.

6. Cinta cocok

Cinta ini timbul karena merasa punya banyak kesamaan dengan dia. Kesamaan itu bisa berupa hobi, makanan, buku bacaan, film, aktris, dll. Biasanya kecocokan memberi rasa nyaman dan aman pada awalnya, tapi lama kelamaan kalau tidak diantisipasi hal itu justru bisa menjadi pemicu munculnya kebosanan.

7. Cinta sejati

Jenis cinta ini yang paling mulia. Cinta ini timbul ketika kedua pasangan yang berlawanan jenis mengerti kehendak Allah dan kemudian menyatukan hati.

Jadi cinta sejati tidak pernah terjadi secara instant tapi melalui proses yang panjang dan membutuhkan kedewasaan.


BAGAIMANA MENEMUKAN CINTA YANG SEJATI :

Cinta sejati tidak turun dari langit tapi harus diupayakan, semakin sulit didapat semakin berharga itulah cinta yang sejati.

Tips mendapatkan cinta sejati :

1. Dimulai dengan doa

Ini yang paling penting, libatkan Tuhan didalamnya.

2. Gunakan logika

Cinta sejati justru tidak buta. Jangan berdasarkan hanya perasaan saja.

3. Biarkan proses waktu berjalan

Cinta sejati haruslah teruji oleh rentang waktu. Jadi jangan terburu-buru mengambil keputusan biarkan waktu yang mengujinya. Jangan takut hilang, Tuhan akan sediakan bagi kita.

4. Mempertahankan prinsip Firman Tuhan

Sekalipun sedang jatuh cinta jangan kompromi, jangan mengabaikan norma2 kesopanan.

5. Belajar menghadapi dan menyelesaikan masalah

Dalam pacaran pasti ada masalah untuk mendewasakan dan latihan sebelum masuk dalam perkawinan. Kebersamaan dalam menghadapi masalah bisa menguatkan cinta itu.

6. Konfirmasi orang yang lebih dewasa dan Roh Kudus

Ketika jatuh cinta kita cenderung tidak objektif maka kita membutuhkan bantuan gembala, orang tua, kakak, saudara kita. Jangan backstreet!!.


Kapan saya boleh pacaran :

Pacaran adalah masa menuju pernikahan, jadi kalau kita sudah berpikir untuk menikah baru kita boleh pacaran. Pacaran tidak boleh terlalu cepat.


Syarat untuk orang sudah mulai berpikir untuk pacaran ada beberapa syarat :

1. Sudah cukup dewasa

menurut penelitian masa pacaran yang ideal adalah 2-5 tahun, serta usia kedewasaan kalau laki-laki pada usia 23 tahun dan 21 tahun untuk wanita.

2. Sudah siap menikah

3. Sudah mapan

Orang yang secara fisik, psikis, dan materi sudah mapan. Sudah memiliki pekerjaan yang tetap.


Prinsip menemukan pasangan hidup (Prinsip 3 K) :

1. Kehidupan – membawa saya lebih maju

Jadi kalau karena pacaran membuat nilai pelajaran, pekerjaan, dan hidup kita tidak mengalami kemajuan beerarti prinsip yang pertama kita tidak lolos.

2. Kepribadian – membuat saya lebih dewasa

Ams 27: 17
Pacaran haruslah membuat kita menjadi semakin dewasa. Memiliki kepribadian yang terpuji.

3. Kerohanian – membawa saya lebih cinta pada Tuhan

Pacar haruslah mendorong untuk lebih melayani Tuhan, dan lebih dekat dengan Tuhan. Sayangnya justru kadang begitu pacaran seseorang punya dunia sendiri dan tidak peduli dengan orang lain. Kalau kita bicara mengenai Kerajaan Allah pacar kita juga mendukung.


Ciri-ciri pasangan yang dikehendaki Tuhan :

1. Seiman

Kalau dia tidak berTuhan Yesus maka pastilah bukan dari Tuhan. Tidak ada namanya pacaran penginjilan.

2. Dewasa serta bertanggung jawab

Dewasa berarti bertanggung jawab. Kedewasaan terletak bukan pada apa yang kita terima tetapi apa yang kita beri. I Kor 15: 4-7 Kita mesti jeli sebab kalau tidak kita akan hidup bersama dengan orang yang kekanak-kanakan dan akan membuat kita menderita seumur hidup.

3. Menguasai diri

Orang tersebut tidak berambisi dengan kekuatannya sendiri atau dengan harta benda, atau dengan fisiknya untuk mendapatkan kita.

4. Harus seimbang atau sepadan

Kej 2: 18

Seimbang dan sepadan itu :

- Saling mengerti dan saling memahami bukan saling menguasai
- Saling mengisi dan saling melengkapi
- Saling menerima dan membangun

Tidak ada yang dominan, mengutamakan musyawarah.

5. Humoris

6. Tidak egois

Orang yang egois akan menghancurkan hidup kita, jadi hati-hati!!. Ia selalu sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak pernah memberi perhatian kepada pasangannya.


Bagaimana mendapatkan Mr/ Mrs Right ?

1. Butuh waktu

Jangan pacaran kalau masih baru mengenal, INGAT CARI ISTRI/ SUAMI!!. Jangan kita berkata cinta kalau kita belum mengetahui kelemahan atau kelebihannya.

2. Kepekaan

Jika kita mulai jatuh cinta belajar terbukalah dengan Tuhan. Ungkapkan apa yang kita rasakan. Jangan malah tidak baca Alkitab, tidak ke gereja, tidak FU (Follow Up).

3. Kesiapan mendengar nasehat

Jangan hanya mendengar orang2 yang hanya mendukung kita. Dengarkan juga masukan yang membangun.

Nasehat siapa saja yang harus didengar :

- Nasehat orang tua atau yang dituakan
- Nasehat dari pembimbing rohani atau gembala kita
- Nasehat dari teman2 yang punya niat baik

4. Kesiapan untuk jujur dengan hati nurani

Kalau hati nurani berkata tidak cocok jangan diteruskan, walaupun cantik, ganteng, kaya.

5. Allah ingin kita bahagia

Maz 21: 3


Tuhan Memberkati...


READ MORE - Pacaran Yang Alkitabiah - Seri 2 (Seminar)


Pacaran Yang Alkitabiah - Seri 1 (Seminar)

| |


PENDAHULUAN :

• Cinta adalah kebutuhan dasar manusia, ketika seseorang tidak memiliki perasaaan dicintai dan mencintai maka otomatis hidupnya menjadi tidak normal.

• Contoh mereka yang kurang dicintai akhirnya menjadi pemimpin yang kejam dan sadis: Hitler, Mussolini, Pol Pot.

• Semakin sering perasaan dicintai itu diterima seseorang semakin baik kualitas hidupnya.

1 Kor 13: 13

• Cinta itu bersifat universal: apapun warna kulitnya, apapun suku bangsanya, apapun jenis kelaminnya semuanya tetap butuh cinta.

• Cinta itu membangun: cinta itu pada dasarnya adalah semacam energi, orang yang tersentuh oleh cinta mampu melakukan hal-hal yang luar biasa.


TAHAP-TAHAP HUBUNGAN :

Fase perkenalan

Fase ini terjadi bilamana seseorang saling mengetahui satu dengan yang lainnya. Biasanya hanya hal-hal yang umum, contoh: no telp, nama, pekerjaannya.

Fase berteman

Mulai menjalin komunikasi lewat sms, telp, surat, email,dll. Mulai saling berbagi informasi, emosi mulai terlibat.

Fase persahabatan

Fase ini terjadi ketika pribadi-pribadi yang telah berteman merasa cocok, fase ini ditandai dengan perilaku saling dukung dan saling mempengaruhi. Curhat mulai dilakukan di fase ini.

Fase keakraban

Fase ini terjadi ketika seseorang mulai melibatkan sahabatnya dalam bagian-bagian penting dari kehidupannya. Mereka saling percaya dan menjaga rahasia sahabatnya.

Fase tertarik

Dalam fase ini dua pribadi yang berlainan jenis mulai ada perasaaan yang berbeda. Apa yang dia sukai mulai menjadi kesukaaannya juga.

Fase pendekatan

Ketika rasa tertarik mulai kuat dimulailah sebuah action yang disebut pendekatan (pedekate). Biasanya fase ini mulailah seseorang memberi perhatian yang berlebih. Mulai dicari-cari agar bisa terus berdekatan dengan sang pujaan hati. Sebagai pria kita harus bisa mengendalikan diri sebagai cewek kalian harus belajar punya prinsip untuk tegas menolak.

Fase pacaran

Setelah sukses melewati masa pedekate mereka mulai pacaran. Sedikit banyak telah memiliki sebuah komitmen. Komitmen yang intinya “Kamu milikku”. Haruslah diingat bahwa pacaran adalah masa persiapan untuk menikah. Jadi jangan coba2, kalau tidak cocok ganti seperti baju.


Masa pacaran adalah masa perkenalan, apa saja yang harus kita kenal :

1. rohnya

Bagaimana kadar kerohaniannya? Bagaimana kedewasaan rohaninya? Apakah dia tertarik ketika kita berbicara mengenai Tuhan dan pekerjaan Tuhan?.

2. Jiwanya

Apakah jiwanya sakit, sehingga mudah tersinggung, keras, kasar, minum minuman keras, narkoba, dll?.

3. Tubuhnya

Maksudnya secara fisik pasangan kita sepadan atau tidak, contoh: dalam usia, bentuk badan, tinggi badan, tingkat pendidikan.


Bahaya yang sering terjadi dalam masa pacaran :

1. Ingin terlihat dewasa

Kadang bertingkah dan berdandan seperti orang dewasa, contoh dandan, memakai parfum, hak tinggi, dll.

2. Ingin memisahkan diri dari ikatan keluarga

Menjadi jarang bertemu dengan keluarga, inginnya pergi dengan pacarnya terus.

3. Tidak ingin diatur

Merasa seperti anak kecil sehingga tidak mau mendengar perkataan orang lain.

4. Emosi yang labil

Satu waktu bisa sangat bahagia tapi dilain waktu juga merasa sangat sedih.

5. Menjadi sangat berubah

Orang yang tadinya rajin dan pandai bisa menjadi sangat malas.


Ada 3 fase dalam masa ini :

1. Pre-date: masa awal pacaran

2. Dating: tahap penjajakan

3. Engangement: masa pertunangan, persiapan menuju pernikahan

• Fase perkawinan

Inilah puncak dari segala tingkatan pergaulan dan relasi. Fase ini memulai sebuah babak baru, relasi yang ditandai dengan munculnya komitmen tanpa syarat untuk saling mencintai dan memiliki.

bersambung...


READ MORE - Pacaran Yang Alkitabiah - Seri 1 (Seminar)


Menjadi Seorang Kekasih Yang Baik

| 25 Maret 2009 |


Kisah kasih yang sukses memang utuh usaha kedua belah pihak. Tapi ada hal-hal positif yang bisa menjadikanmu seorang pasangan yang baik untuk si dia.

Þ Mendengar

Apapun yang dibicarakan, kekasih yang baik adalah yang mau mendengarkan. Mendengar bukan berarti menatap sambil mengkhayalkan yang lain, tapi benar-benar menyimak. Makanya, cari pacar yang ‘nyambung’, sehingga kamu tidak perlu ‘tersiksa’ kalau harus mendengarkannya.

Þ Hal-hal kecil

Sebagai pasangan yang baik, kamu harus memperhatikan hal-hal kecil pada diri kekasihmu. Naik berat badan walau sedikit, parfum baru, atau perubahan sederhana lain wajib diperhatikan. Perhatian tersebut menunjukkan bahwa kamu perhatian pada pasanganmu..

Þ Ruang gerak

Kekasih yang baik tidak mengekang ruang gerak pasangannya. Dan ini juga merupakan perluasan dari dasar suatu hubungan, yaitu saling percaya. Percaya saja jika pasangan ingin pergi sendirian tanpamu dan beri dia ruang untuk mengembangkan potensinya. Dia pasti akan sangat menghargai kebebasan dari kamu itu.

Þ Hormat

Baik sebagai pria maupun wanita, kamu harus menghormatii pasanganmu. Jangan merendahkannya jangan memaksakan kehendak atau pendapat, dan hormati juga kesuciannya secara fisik. Saling menghormati dalam hubungan akan membuahkan kelanggengan.

Þ Keluarga

Sebagai pasangan yang baik, kamu bukan hanya harus menghargai kekasihmu tapi juga keluarganya. Sebisa mungkin perlakukan mereka dengan baik dan libatkan mereka dalam perencanaan maupun pembicaraan.

Þ Bertumbuh

Pasangan yang baik adalah seseorang yang memberi dukungan kepada pasangannya agar bertumbuh menjadi pribadi yang lebih oke. Dukung cita-citanya, temani dia kalau hendak mencari pendidikan yang lebih tinggi, atau bantu dia ketika sedang menghadapi masalah yang mendewasakannya.

Þ Tantang

Kalau memang pasanganmu sulit berubah, tantang dia untuk melakukannya. Misalnya dia malas bangun pagi, tugasmu sebagai pasangan yang baik ialah untuk membuatnya tertantang untuk berubah dan menjadi rajin bangun pagi.

Þ Pujian

Pasangan yang baik tahu kapan harus memberi pujian tanpa berlebihan. Pasanganmu butuh pujian kamu di waktu yang tepat. Kalu bukan kamu yang memujinya, siapa lagi ?

Masih ada ribuan hal lain yang bisa dibuat untuk menjadi kekasih yang baik. Tapi minimal, praktekkan dulu yang ada di atas.

Tuhan memberkati...

READ MORE - Menjadi Seorang Kekasih Yang Baik


followers

Labels

Archive