Footprints

When GOD opened the window of HEAVEN, HE saw me & ask, "What you wish for today?..." I said, "LORD... please take care of the person who read this message"
Tampilkan postingan dengan label Firman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firman. Tampilkan semua postingan

Pencuri Keakraban

| 24 November 2010 |


I Yohanes 1:8-9 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, makaRata TengahIa adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Seorang laki-laki tua bersahabat dengan seorang anak laki-laki remaja yang bekerja bersamanya di sebuah toko kerajinan kayu. Mereka sering bekerja bersama untuk memasang bagian-bagian rumit dari kerajinan kayu untuk di jual di toko-toko cinderamata lokal.

Suatu hari, anak laki-laki itu mencuri beberapa pahatan kayu di tempat itu. Laki-laki tua yang menyaksikan kejadian itu dari dapur tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian itu. Namun beberapa hari kemudian anak itu tidak masuk kerja. Bahkan ketika mereka bertemu, anak itu mulai menjauh dan merasa malu. Persahabatan mereka yang dulunya begitu akrab, kini terputus. Keduanya seperti dua orang asing yang baru bertemu.

Hal yang sama terjadi ketika kita berbuat dosa. Akibat paling berbahaya bukanlah kerugian akibat tindakan kita yang salah, namun rusaknya hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita yang akrab dengan Bapa sorgawi terputus, bukan karena Tuhan tidak ingin bersekutu dengan kita, namun karena kita yang bersembunyi dan menjauhkan diri dari-Nya. Namun karena kasihnya yang begitu besar, Yesus hadir dalam hidup kita untuk menghapus semua rasa malu, rasa tertuduh dan juga menanggung semua dosa kita. Hal ini Yesus lakukan, agar hubungan kita dengan Allah Bapa dipulihkan kembali.

Jika hari ini Anda merasa ada yang menjadi penghalang hubungan Anda dengan Bapa, apakah itu rasa bersalah, kemarahan, kebencian atau dosa lainnya, datanglah kepada Yesus. Akuilah dengan kerendahan hati semua yang telah Anda lakukan dan alami. Mintalah Yesus untuk memulihkan Anda, dan mencairkan kebekuan yang ada dalam hubungan Anda dengan Bapa.

Allah sedang menantikan Anda, Dia ingin berbincang akrab dengan Anda kembali. Jangan biarkan dosa mencuri keakraban Anda dengan Bapa Sorgawi.
READ MORE - Pencuri Keakraban


Memburu Tuhan

| |


Mazmur 105:4
Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

Apakah Anda seorang pemburu Tuhan atau malah orang yang terpenjara dalam masa lalu? Sering kali kita berkata bahwa kita adalah para “pencari” Tuhan, namun tidak pernah kita sadari sedang terbelenggu oleh dosa dan beban di masa lalu sehingga hanya berkeliaran tanpa arah dan tidak pernah menjangkau Tuhan.

Yesaya 55:6 berkata, “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Mencari Tuhan adalah sebuah perintah, bukan pilihan. Anda harus mencari Tuhan, karena hal itu adalah sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi. Tanpa Tuhan, hidup Anda akan terasa kosong. Tuhan adalah satu-satunya pribadi yang dapat memenuhi rasa kosong dalam hati Anda.

Untuk dapat menemukan Tuhan, caranya sangat mudah:

"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"

"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” Mazmur 24:3-4

Kekudusan adalah saratnya, “sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (I Petrus 1:16). Bagaimanakah agar kita bisa menjadi kudus? Lukas 11:2 menegaskan hal ini, “dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.” Kebenaran dalam Yesus Kristus, itulah yang menguduskan kita agar kita layak menghadap tahta Allah.

Jika selama ini Anda sering diintimidasi oleh masa lalu dan dosa serta beban yang menindih, mari datanglah pada Yesus dan bebaskan diri Anda.

Anda telah dimerdekakan melalui karya salib Kristus, dan Anda dapat bebas menghadap Tuhan.
READ MORE - Memburu Tuhan


Masihkah Kita Gengsi dalam Hidup?

| 19 November 2010 |


Filipi 4:11 "Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan."

Kenapa kita membeli Hp yang jauh lebih mahal dari keperluan kita ?
Kenapa harus beli mobil yg mahal sekali yg jauh daripada kebutuhan kita ?
Kenapa kita sering tak mau mengalah dan terlibat dalam perdebatan dengan orang lain ?
Kenapa banyak orang berkelahi bahkan sampai membunuh hanya karena tersinggung oleh masalah kecil ?
Kenapa Orang banyak berhutang untuk Gaya Hidup yang Maksimal, dengan Pendapatan minimal?

Jawabnya Demi gengsi...satu kata yang cukup membuat harga diri kita terusik.. kita gengsi kalo tak punya baju bagus..mobil mewah..rumah bagus, HP terbaru, Atau Gadget Mutakhir.. bahkan kita gengsi untuk meminta maaf meskipun kita tau kita salah ato karena usia kita lebih tua. Manusia ingin dihargai, ini bagus. Sayangnya kita sering kebablasan, kita haus akan kebanggaan diri yg tidak ada habis2nya. Diri kita ingin selalu menang dari orang lain, ingin selalu dihormati, ingin dilayani. Kita mati2an melindungi diri kita agar tidak disinggung orang, agar tidak direndahkan atau dihina. Maka seumur hidup kita sibuk melindungi harga diri kita.Kenapa orang bangga kalau punya barang mewah? Kenapa orang malu kalau tak punya? Hanya karena orang ingin merasa diri lebih baik daripada orang lain. Padahal kita pasti nggak lebih baik karena kaya.

Gengsi adalah 'kehormatan dan pengaruh yang diperoleh karena perbuatan besar'. Ingat karena sebuah perbuatan besar. bukan barang/kepemilikan yang besar "besar". Saat ini Kelihatannya memang masyarakat kita semakin materialistis, orang dipuji karena kekayaan materi. Kalau kaya Bangga Kalau miskin Malu dan terhina. Maka orang berebut menjadi kaya atau disebut kaya dengan jalan apapun, entah itu menipu, mencuri, korupsi atau apapun, yg penting kaya dan menjadi orang terpandang. itulah efek negatif dari sebuah gengsi.

Banyak orang salah kaprah Gengsi diawali dari kebanggaan yang berlebihan atas apa yang dimilikinya dan dirasa sempurna daripada orang lain. Sehingga dapat memperkecil kepekaan sosial. Ia bisa saja menganggap semua urusan diluar dirinya bukan urusannya. Terutama pada kaum yang lebih rendah dibawahnya.. Seandainya gengsi atau malu bisa dihilangkan asalkan pekerjaan tersebut halal dan tidak melanggar hukum saya kira pengangguran bisa ditekan. Masih banyak disekeliling kita bahwa setelah selesai sekolah atau kuliah ada bekerja di tempat yang sesuai jurusannya, atau dengan kata lain menjadi karyawan disebuah perusahaan atau pegawai negeri. Harus diakui Gengsi itu memberi rasa nikmat pada ego kita. Banyak orang yang karena memakan Gengsi hidup dalam sebuah dilema, Gonta-ganti HP, punya barang bagus, tetapi Ujung-ujungnya Hutang Yang besar dan menggunung serta dikejar-kejar oleh Debt Kolektot, Malu engga sih.

Starbuck di negara asalnya, adalah kedai kopi yang menawarkan suasana. Jadi, para peminum bisa menikmati kenyamanan saat duduk dan bukan hanya sekedar rasa kopinya. Di Indonesia, sebagian dari benefit ini mulai bergeser. Ini terjadi, karena sebagian konsumen yang pergi ke kedai kopi ini memang hanya ingin mengejar status belaka. Demikian juga, banyak kafe-kafe yang berkelas, sengaja membiarkan kafenya terbuka dan mudah dilihat orang. Karena gengsi, maka banyak konsumen yang tertarik dan mereka sudah mendapatkan kepuasannya bila status mereka terangkat saat memasuki kafe-kafe yang mahal ini. Padahal, mereka bisa mendapatkan dengan harga yang jauh lebih murah dan dengan rasa yang tidak kalah. Mereka membeli gengsi, bukan membeli makanan dan minumannya.

Mengapa terkadang memilih membeli jas-jas buatan desainer dunia yang namanya kondang setinggi langit Bukan karena ukurannya yang mungil, bukan juga karena potongannya yang lebih ramping. Label yang dijahitkan di jas itu membuat kita turut melambung bersama, dan secara tak langsung diasosiasikan dengan sesuatu yang mahal. Mengapa kita serang meminta menulis nama dan gelarnya selengkap mungkin. Prof Dr XXX, Eng, MM, Msi. Orang yang memilih gengsi sebenarnya tak punya apa-apa yang patut dibanggakan. Maksudnya, perbuatan besar. Karena itu, untuk memperoleh rasa hormat secara mudah dan instan kita melakukan semua kegiatan "besar" itu.

Apa yang menyebabkan gengsi ini? Pertama sudah pasti karena budaya dan norma kita. Paling tidak ada ketiga budaya dan norma yang membuat gengsi ini menjadi kebutuhan yang cepat terjadi. Pertama, konsumen Indonesia menyukai untuk sosialisasi. Ini kemudian mendorong seseorang untuk pamer atau tergoda untuk saling pamer. Kedua, kita masih menganut budaya feodal. Inilah yang menciptakan kelas-kelas sosial. Akhirnya, terjadi pemberontakan untuk cepat pindah kelas. Walau belum sesungguhnya pindah kelas, tetapi bisa dimulai dengan pamer terlebih dahulu. Ketiga, masyarakat kita mengukur kesuksesan adalah dengan materi dan jabatan. Akhirnya, banyak di antara kita ingin menunjukkan kesuksesan dengan cara memperlihatkan banyaknya materi yang dimiliki.

Cobalah merenung apa sih berfikir apalah gunanya dihargai orang hanya dengan menunjukkan hal semacam itu. Saya lebih bangga jika saya bisa banyak membantu orang tapi orang itu tidak tahu, dibanding berbuat sedikit tapi dibesar-besarkan, hal itu hanya memperlihatkan ketiadaan saja, hanya menghasilkan kesombongan diri, tida perlu gengsi. orang yang mengejar gengsi itu sebenarnya sedang kehausan untuk dihargai? Karena bisa jadi, penghargaan yang datang dari diri sendiri tidaklah mencukupi untuk memuaskan batin. Saya dan teman saya masih perlu mencari dan mendapatkan tambahan dosis pengakuan dari luar. Penghormatan dari luar untuk perilaku yang tidak bermanfaat, apalah gunanya?

Beberapa tips Untuk menghilangkan Gengsi
- Nikmati saja apa yang Anda punyai, dan bukan yang tidak Anda punyai.
- Lakukan sesuatu dengan hati yang memang tahu mengapa Anda patut melakukan itu, tak ada lagi yang namanya ikut-ikutan trend. yang pasti hanya sesaat.
- Jadi pandai. Berikan kesempatan diri Anda dihargai karena hasil Fikiran dan Perbuatan Anda.
- Menjadi rendah hati & Hidup Sederhana
- Jadilah Diri anda sendiri, anda adalah unik
- Banyak Berbuat

Penyakit hati ini memang tidak mudah untuk ditindas. Gengsi akan terus ada selama kita tidak menyadarkan diri sendiri dengan observasi bahwa manusia itu sama. Diciptakan dengan kulit yang bersih dan sewaktu-waktu bisa kotor oleh tanah, juga diciptakan dengan rasa malu. Jadi tak ada alasan buat kita untuk gengsi melakukan hal yang baik meskipun banyak yang berada di luar kebiasaan manusia. Pendorong dari gengsi adalah gencarnya iklan dan promosi yang menempatkan gengsi sebagai bagian utama. Akibatnya, masyarakat yang sudah memiliki potensi untuk mementingkan gengsi.Sering dengar padi yang makin berisi itu seharusnya makin merunduk. Tetapi, isi padi masyrakat yang terlalu mementingkan gengsi cuma seringan kapas. Jadi Masihkan Perlu Gengsi dalam Hidup.. Coba tanyakan Ke Hati Dan Akal anda.
READ MORE - Masihkah Kita Gengsi dalam Hidup?


Waspadai Isi Dompet Anda

| 18 November 2010 |


Lukas 12:15

Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Cinta akan uang seringkali menguasi hati manusia sehingga mengorbankan hati nuraninya dan mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Allah memberi peringatan keras tentang hal ini, karena mamon atau harta seringkali menggeser posisi Allah dalam kehidupan kita, padahal semua itu sifatnya sementara.

Dalam sebuah renungan harian, saya membaca sebuah kisah yang sangat mengesankan. Suatu saat dua orang pemain bola professional terjebak oleh badai salju di Rocky Mountain. Mereka terpaksa meninggalkan kendaraan yang mereka pakai untuk mencari tempat perlindungan. Setelah bersusah payah, mereka menemukan sebuah tempat dan untungnya disana ada beberapa potong kayu dimana bisa menghangatkan tubuh mereka. Namun sayangnya mereka tidak memiliki apapun untuk menyalakan api. Mereka hampir saja putus asa, untung salah satu dari mereka menemukan sebuah ide, mereka masih memiliki uang kertas di dompet mereka.

Segera saja lembaran-lembaran uang kertas itu dibakar diantara potongan-potongan kayu itu. Akhirnya api bisa menyala dan mereka bisa menghangatkan tubuh, hal ini menolong mereka bertahan melawan suhu yang membeku hingga pertolongan datang.

Terkadang Tuhan mengijinkan keadaan yang membuat kita bisa menempatkan harta kita sebagaimana seharusnya, sama seperti dua orang pemain sepak bola itu. Mereka sadar bahwa uang ribuan dolar yang ada dikantong mereka tidak sepadan dengan kehilangan nyawa. Demikian juga seharusnya kita sebagai orang percaya, harta dan uang yang kita bisa miliki di dunia ini, sebanyak apapun tidak sebanding dengan kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus. Jadi jangan Anda tukarkan harta yang kekal itu dengan sesuatu yang fana. Tentukan prioritas Anda.

Uang adalah fasilitas yang Tuhan beri agar Anda bisa efektif melayani Dia. Jangan sampai Anda menjadikan uang Tuhan atas hidup Anda.
READ MORE - Waspadai Isi Dompet Anda


Kristen Make-Up

| |


Amsal 31:30
“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”

Seorang wanita agar terlihat cantik di depan orang banyak maka ia akan berdandan. Ia akan me-make-up wajahnya dengan alat-alat kecantikan yang ia telah beli dari toko kecantikan tertentu. Pada satu sisi tujuan dari wanita merias wajah adalah baik, tetapi di satu sisi yang lain ada hal kurang baiknya.

Bagi yang terbiasa berdandan, ia tidak akan percaya diri dengan wajahnya yang tanpa make-up sehingga begitu keluar dari rumah maka wajahnya akan penuh dengan warna. Tidak jarang, untuk menipu wajah mereka yang sedang ditumbuhi jerawat maka mereka akan menebalkan riasan wajah agar tidak terlalu kentara dilihat orang.

Orang-orang Kristen sekarang ini cukup banyak yang berlaku layaknya seperti wanita yang me-make-up wajahnya. Agar terlihat orang lain sebagai pengikut Kristus yang taat dan baik, ia memoles habis-habisan sisi penampilan luarnya. Berpakaian rapi dan sopan, wangi, selalu melemparkan senyum kepada orang lain, dan hal-hal baik lainnya.

Jika boleh jujur, Allah tidak terlalu mementingkan semua itu. Dari Alkitab perjanjian lama sampai perjanjian baru diketahui bahwa Allah hanya concern dengan apa yang ada di dalam diri manusia. Bahkan saat Tuhan Yesus datang ke dunia dan melihat hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sepertinya saleh ketika itu, Dia justru memberikan kecaman kepada mereka.

Berpenampilan menarik dan simpatik di depan orang yang kita temui sebenarnya tidak salah, tetapi alangkah lebih baik jika kita lebih memfokuskan diri kepada apa yang dalam diri kita. Implikasinya, ketika kita melakukan apapun di depan orang lain maka apa yang kita lakukan itu benar-benar jujur, apa adanya.

Saat kita tersenyum kepada orang lain maka senyum yang kita lemparkan kepada orang lain itu adalah senyum yang berasal dari dalam hati kita. Saat kita memberikan semangat kepada orang yang sedang dalam putus asa, kata-kata yang kita keluarkan adalah kata-kata yang benar tulus dari dalam diri kita.

Jika ada diantara Anda saat ini yang masih menjadi Kristen make-up, berhentilah sekarang juga! Jadilah pribadi yang jujur kepada Allah dan sesama manusia karena sesungguhnya inilah kerinduan hati-Nya kepada setiap kita, anak-anak yang dikasihi-Nya.

Dari segala yang Allah lihat pada manusia, Dia lebih tertarik dengan hatinya, bukan yang lain.
READ MORE - Kristen Make-Up


Tidak Menjadi Tawar Hati Karena Penderitaan

| 13 November 2010 |


Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Amsal 24:10

Ketika kita sudah percaya kepada Yesus dan mengakuiNya sebagai Tuhan dan juruselamat hidupnya, ini bukan berarti bahwa kita tidak akan menghadapi masalah. Bukan berarti juga bahwa kita bebas dari masalah dan kita akan langsung diberkati secara berkelimpahan baik dalam keluarga, pekerjaan, bisnis, usaha, pendidikan, di lingkungan dan lainnya.

Justru pada saat kita memutuskan mengikut Yesus, iblis akan berusaha untuk menarik kita kembali agar jatuh ke dalam dosa, karena dia tidak suka dengan keputusan yang kita ambil.

Berbagai masalah juga tetap akan datang menerpa kehidupan kita tanpa habis-habisnya selama kita masih bernafas. Seringkali juga kita menyerah atas persoalan yang sedang menimpa kita. Kita berharap bahwa Tuhan segera menolong dan memberi jalan keluar atas masalah yang kita hadapi. Pada kenyataannya jawaban Tuhan tidak datang juga, sehingga kita menjadi tawar hati. Kita tidak tahu bahwa Tuhan sedang menguji dan memproses hidup kita agar kita dapat benar-benar percaya dan berserah kepada Tuhan dengan segenap hati kita.

Rasa tawar hati sering diikuti dengan perasaan kecewa dengan kondisi hidup kita dan bahkan ada juga yang kecewa kepada Tuhan, hingga tidak pergi lagi ke gereja.



Kondisi ini akan membuat kita semakin lemah dan tidak mempunyai kekuatan untuk dapat melangkah maju menghadapi masalah yang ada.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:16-17

Rasul Paulus dalam penderitaannya yang begitu banyak dia alami, juga tetap menjaga hatinya agar tidak tawar hati. Walaupun secara lahiriah dia semakin lemah, tetapi manusia rohaninya semakin kuat di dalam Tuhan. Dia tahu bahwa apa yang telah Tuhan sediakan bagi dia jauh lebih besar dari apa yang dia alami. Inilah kekuatan yang memampukan Rasul Paulus untuk tetap setia mengiring Tuhan sampai akhir hidupnya.

Tawar hati justru akan membuat kita semakin lemah dan membuat hidup kita tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menjalani masalah yang ada. Kita membutuhkan pengharapan kepada Yesus untuk tetap dapat kuat menghadapi masalah yang ada.

Jangan biarkan rasa tawar hati itu datang atau bahkan berlarut-larut melingkupi hidup kita. Cari wajah Yesus, maka Dia akan memberikan pengharapan dan kekuatan baru bagi kita untuk menjalani langkah hidup kita.

READ MORE - Tidak Menjadi Tawar Hati Karena Penderitaan


Hadapi Masalah Untuk Terima Mujizat

| |


Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Matius 14:16

Yesus pernah memberi perintah kepada murid-muridNya untuk melakukan sesuatu hal yang jelas sangat tidak mungkin untuk dilakukan, yaitu pada saat ada lima ribu orang datang bersama dengan keluarganya. Saat itu mereka lapar dan murid muridNya harus mencari makanan untuk mereka semua. Ketika mereka mencari, mereka hanya mendapatkan lima roti dan dua ekor ikan – dan jelas bahwa makanan tersebut secara akal sehat tidak mungkin mencukupi untuk memberi makan orang banyak. Bahkan jika harus menyiapkan makanan bagi orang banyak tersebut, biaya makanan yang harus dikeluarkan akan jauh melebihi dari anggaran yang mereka punya.

Setelah Yesus mengambil 5 roti dan 2 ekor ikan tersebut, lalu memberkatinya dan meminta mereka untuk mendistribusikan makanan yang ada tersebut kepada 5000 orang. Perintah Yesus ini merupakan suatu hal tidak mungkin, sesuatu yang sangat tidak masuk akal bagi para murid. Pada saat mereka menerima 5 roti dan 2 ekor ikan itu, pasti mereka berpikir apakah makanan itu bisa mengenyangkan banyak orang? Namun itulah yang Yesus minta kepada mereka untuk dilakukan. Karena Yesus telah memberikan perintah, maka para murid-muridpun mematuhi Nya. Namun perhatikan bahwa akhirnya mereka dapat menyaksikan sebuah keajaiban yang sangat luar biasa. Mujizat terjadi. Lima ribu orang makan kenyang dan bahkan makanan yang dibagikan masih tersisa.

Jika Anda mau memperhatikan kehidupan Anda, Tuhan akan menuntun Anda ke banyak situasi yang tampak mustahil. Jangan coba untuk menghindarinya. Jangan lari atau meninggalkan apa yang Anda hadapi, karena Anda akan mengalami kebesaran Tuhan. Yang membedakan antara apa yang tampaknya mustahil untuk kita dan apa yang sebenarnya mungkin adalah sebuah kata atau Firman dari Tuhan. Perhatikan : Iman menerima perintah ilahi-Nya dan kita tidak mungkin mengerjakannya karena hanya Tuhan yang akan menyelesaikan dan melakukannya.



Ketika Tuhan mengatakan kepada Petrus : “ Mari, datanglah!”, mata dan hati Petrus tertuju pada Tuhan Yesus dan dia tidak tergoncangkan oleh situasi dan kondisi yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh manusia biasa. Namun ketika ia mulai membiarkan dirinya merasakan keanehan yang ada dan memperhatikan sekelilingnya, ia mulai tenggelam.

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” Ibrani 12:2a


Ketika kita fokus kepada Tuhan, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan terjadi dalam situasi yang paling mustahil sekalipun. Mari arahkan mata, hati dan pandangan Anda hanya pada Tuhan saja, yang akan memimpin seluruh hidup Anda menuju kepada kemenangan dan keajaiban, yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan.

Maju bersama dengan Yesus dan putuskan bahwa Anda siap menghadapi kemustahilan apapun juga. Apapun yang Tuhan taruh di depan kita, apapun yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita, lakukanlah segera dan jangan menundanya.

Dia menunggu langkah iman Anda. Saat Anda mulai bergerak, Allah juga bergerak untuk menyempurnakan segala sesuatunya. Tidak peduli kelihatan sangat tidak mungkin, Anda akan mengalami sukacita karena melihat Tuhan melakukan keajaiban, dan begitu juga orang-orang di sekitar Anda. (Gbu)

READ MORE - Hadapi Masalah Untuk Terima Mujizat


No Retreat !!

| 27 Oktober 2010 |

Bilangan 14:6-9 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis, yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

Julius Caesar merupakan salah satu pemimpin dunia yang dikagumi oleh masyarakat Internaisonal. Namanya bersinar dan dikenang orang sampai sekarang ini. Masyarakat Internasional mengenang dia karena dalam hidupnya dia pernah mencapai kejayaan. Kejayaan yang dia raih bukan karena warisan, tetapi karena sebuah perjuangan.

Julius Caesar dengan pasukan yang dia pimpin telah berjuang habis-habisan setiap kali menghadapi peperangan. Baginya, kunci kemenangan adalah no retreat! Pantang mundur! Catatan sejarah menceritakan bahwa ketika Julius Caesar hendak menaklukan Inggris, dia mulai belayar dari pantai di Perancis ke daratan Inggris. Setibanya di Inggris , Julius Caesar membakar semua kapal yang membawa mereka sampai disitu.

Keputusan ini terkesan “gila”, tetapi ini adalah satu-satunya cara supaya pasukannya tidak mundur dari medan peperangan. Bagi Julius Caesar, membakar kapal merupakan isyarat yang harus diketahui pasukannya untuk memenangkan peperangan, karena tidak ada pilihan lain. Jalan alternatif mundur sudah dimusnahkan, kapal-kapal sudah habis dibakar, kalah berarti mati. Karena itu untuk dapat bertahan hidup, perang harus dimenangkan.No retreat! Tidak ada kata mundur! Jika perang telah dimulai, tak ada cara lain untuk menang selain maju terus pantang mundur. Itulah yang mengharumkan nama Julius Caesar sampai sekarang.

Jauh hari sebelum Julius Caesar memakai prinsip pantang mundur, dua orang tokoh Alkitab yang bernama Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune telah melakukan hal itu. Mereka merupakan dua diantara dua belas orang yang mengintai tanah perjanjiann. Sepuluh orang lainnya adalah pecundang, tetapi Yosua dan Kaleb adalah pemenang. Dalam Bilangan 14:9b mereka berkata,”Janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis.” Dalam memotivasi bangsa Israel untuk maju terus, Yosua dan Kaleb juga mendasarkan keyakinan mereka pada pertolongan Allah.

Disinilah perbedaannya dengan pemimpin-pemimpin dunia, termasuk Julius Caesar. Teladan lain dalam Alkitab dan bahkan yang paling sempurna menunjukkan prinsip no retreat adalah Tuhan Yesus. Untuk menggapai kemenangan dan keselamatan manusia, Tuhan Yesus maju terus menghadapi kebengisan tentara Romawi, fitnah para tokoh agama bahkan ngerinya Via Dolorosa dan kayu salib. Apa yang dilakukan oleh Yosua dan Kaleb, dan terutama oleh Tuhan Yesus harus diteladani oleh orang Kristen.

Dengan mengikuti teladan itu kita akan menjadi pemenang dan bukan pecundang. Jika anda mau berhasil dalam hidup ini, maju terus berdasarkan kebenaran Firman Allah. Hadapi segala tantangan yang ada dengan keyakinan penuh akan pertolongan Tuhan. Jangan kalah sebelum berperang. No retreat!

READ MORE - No Retreat !!


Keluar Sumur dengan Kemenangan

| 25 Oktober 2010 |

Perjalanan hidup Yusuf adalah cermin dari pejalanan hidup kita untuk mencapai akhir yang sukses seperti yang Tuhan inginkan. Perjalanan Yususf terdiri dari dua jalur: Jalur penderitaan dan jalur kelimpahan. Yusuf harus masuk lebih dulu pada jalur penderitaan sebelum ia berada pada jalur kelimpahan. Penderitaan Yusuf mungkin menggambarkan pengalaman anda sekarang anda mungkin sedang diperlakukan secara tidak adil oleh orang-orang terdekat anda. Anda disakiti, dibuang, ditolak, mada depan anda dicuri. Anda mungkin masuk ke dalam sumur tersinggung (pit of offence) atau sumur kegagalan (pit of failure). Di dalam sumur manapun, anda harus belajar memberikan respon yang tepat untuk bisa mencapai penggenapan janji-janji Tuhan yang luar biasa. Kita belajar enam hal dari Yusuf yang membuatnya keluar dari sumur dengan kemenangan.

T. Tidak menoleransi Kondisi Sumur

Jangan pernah menoleransi kondisi surmur dimana anda sedang berada. Kalau kita menoleransi, artinya kita menerimanya dan memaklumkannya sebagai sesuatu yang wajar. Ketika anda tidak mentoleransi kondisi anda disumur, anda menciptakan masa depan yang baru

2. Kenali Serangan Setan Yang Mau Membatalkan Promosi dari Tuhan

Serangan setan selalu datang pada setiap orang yang akan dipromosi oleh Tuhan. Anda memiliki potensi dan setan mau mematikannya. Tetapi ingat, tidak ada mahkota tanpa salib, tidak ada kemenangan tanpa pertentangan.

3. Fokus Pada Janji Tuhan Dan Bukan Pada Apa Yang Sudah/ Sedang Terjadi

Pecundang berfokus pada apa yang dia telah/ sedang alami tetapi pemenang berfokus pada masa depan, pada kemana dia akan pergi. Jika anda ingin keluar dari sumur, fokuslah pada kemana Tuhan mau anda berada, bukan pada apa yang anda sedang alami.

4. Tolak Reaksi Kepahitan

Sewaktu anda berada dilubang sumur, bagaimana reaksi anda terhadap orang yang melempar anda ke sumur? Reaksi anda menentukan bagaimana perlakuan Tuhan terhadap anda. Lukas 6:31 berkata, “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu perbuatlah juga demikian kepada mereka”. Akan tiba harinya, anda akan menuai apa yang anda tabur. Jika anda ingin Tuhan menolong anda pada waktu anda sedang dalam masalah, anda lebih baik menolong orang lain yang sedang dalam masalah terlebih dulu.

5. Ketahui Bahwa Orang Yang Menyebabkan Anda Menderita Tidak Mengontrol Masa Depan Anda

Orang yang menyebabkan anda menderita saat ini, tidak bisa mengontrol kenikmatanmu di masa depan. Yusuf disakiti, dikhianati dan dijual oleh kakak-kakaknya, tapi mereka tidak bisa mengontrol kebahagiaan Yusuf dimasa depannya. Yusuf tetap menjadi penguasa seluruh tanah Mesir. Yesaya 60:14, “Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau “Kota Tuhan”, “Sion milik Yang Mahakudus, Allah Israel.”

6. Menangkan Peperangan Dengan Iman dan Firman

Jika anda masuk ke sumur, ingat bahwa anda tidak bisa memenangkan peperangan rohani ini dengan logika. Anda hanya bisa memenangkannya dengan iman dan pengetahuan firman.

Perjalanan hidup Yusuf melalui lubang sumur adalah persiapan penbentukan karakternya untuk sesuatu yang besar yang sedang Tuhan kerjakan. Jika anda tekun, tabah, setia berjalan dengan Tuhan, dan maju terus selama anda berada di jalur penderitaan, anda akan melihat diri anda masuk di jalur kelimpahan dalam kehidupan anda.

READ MORE - Keluar Sumur dengan Kemenangan


Musik Yang Mengalirkan Kehidupan

| 19 Mei 2009 |


1. Mengalirkan Roh Yang Damai Dan Tenang

Musik menjamah hati dan emosi kita. Apa yang kita dengarkan akan mempengaruhi pemikiran, tindakan, dan sikap kita. Sewaktu memberontak melawan Allah, Raja Saul kehilangan perlindungan Allah dalam hidupnya dan roh jahat datang untuk menyiksa dia. Hanya sewaktu Daud bermain kecapi, maka dia merasa damai, lalu roh jahat tersebut akan meninggalkan dia. "Dan setiap kali apabila roh yang daripada Allah itu hingap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman dan roh jahat itu undur dari padanya." (I sam 16 : 23). Musik mempunyai kuasa atas orang yang mendengarkannya. Kuasa itu bisa baik atau buruk, tergantung pada tipe musiknya. Sewaktu kita mendengarkan musik Kristen, kita melepaskan hadirat Allah dalam hidup di rumah kita. Kita menghalau semua roh-roh yang berusaha untuk menekan. Orang-orang yang mengunjungi kita akan merasakan damai sejahtera dan hadirat Allah. Seperti Saul merasa bebas dan damai melalui musik yang diurapi.

2. Alat Yang Berguna Untuk Memenangkan Jiwa

Orang Kristen bisa memproduksi musik yang luar biasa, enak didengarkan telinga dan mempunyai pengaruh positif. Membagikan musik kita dengan orang-orang non Kristen bisa menjadi alat kesaksian yang baik jika musiknya mempunyai standar yang tinggi. Musik kita bisa menjadi alternatif bagi mereka yang belum mengenal Kristus. Musik akan menghancurkan pemikiran bahwa gereja tidak lebih dari acara yang membosankan dan biasa saja. Pada tahun 1996, kelompok rock Petra mengadakan konser di sebuah tempat olahraga di Bogota. Tujuannya adalah untuk memberitakan Injil dan menunjukkan pada dunia sebuah alternatif musik selain musik sekuler. Orang-orang yang hadir pada saat itu sangat terpengaruh dengan musik yang dibawakan. Media yang ada juga terpengaruh dan memuji kualitas musik dari band tersebut dan semangat yang mereka tampilkan. Mereka pun pulang setelah mendengarkan pesan Injil. Musik adalah salah satu sarana terbaik untuk memenangkan jiwa. Pada saat akhir konser itu, ada lebih dari 800 orang menerima Yesus.

3. Memberikan Pesan Yang Membangun.

Semua musik Kristen mempunyai pesan yang positif dan membangun , tidak peduli apa gaya musiknya. Terlebih lagi, melodinya akan menuntun orang untuk mendekat kepada Allah. Itu akan menciptakan suasana yang baik untuk berdoa. Anda diizinkan untuk menikmati berbagai macam musik Kristen, rock, salsa, soul, disko, tekno, country, metal, dll. Rasul Paulus meneguhkan dalam I Korintus 6 : 12, "Segala sesuatu halal bagiku. tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh sesuatu apapun." Hal tersebut bukanlah sekedar aturan atau peraturan, akan tetapi kita harus mengetahui bagaimana kita bisa membuat anda merasa menjadi orang yang lebih baik. Musik itu akan memberikan rasa percaya diri dan menguatkan anda pada saat-saat kesukaran dan akan membawa anda lebih dekat kepada Allah dengan lirik dan melodinya.



READ MORE - Musik Yang Mengalirkan Kehidupan


Tempat Godaan

| 13 Mei 2009 |


Mat 4 : 1-11

Iblis mempunyai 1001 macam cara untuk menjebak manusia. Jadi kita harus berjaga-jaga agar kita tidak jatuh dalam jebakannya. Dalam perikop ini, ada 3 tempat cobaan yang dilalui oleh Tuhan Yesus. Tempat-tempat ini memberikan pelajaran bagi kita agar kita waspada. Cobaan bisa menjatuhkan siapa saja. 

1. Di Tempat Sepi.

Di tempat sepi tidak ada siapapun. Hanya Roh Kudus saja. Mungkin kita bisa saja bersama dengan banyak orang di suatu tempat, tapi kita bisa merasa sendirian dan kesepian. Dalam kondisi itu pencobaan datang dalam berbagai macam bentuk, misal : perempuan, laki-laki, hobby, kedudukan, dll. Ketika kita bertemu dengan orang lain , kita juga bisa masuk dalam situasi yang sepi, sehingga kita harus mengambil keputusan dan hanya Roh Kudus yang bisa menolong. Iblis menawarkan banyak kebutuhan kepada kita, antara lain : uang, keamanan, masa depan, kesehatan. Tapi semua pencobaan itu membuat kita jauh dari Tuhan. Dan perlahan-lahan roh kita akan mati (Mat 6 : 33, Mark 1 : 35, Maz 1 : 1-3). Yang harus kita lakukan di tempat sepi adalah senantiasa mengingat-ingat Firman Tuhan.

2. Tempat Yang Ramai.

Tempat yang ramai berbicara tentang filsafat dan pengajaran-pengajaran yang berkembang di akhir zaman dan berbeda haluan dengan Firman Tuhan. Ada banyak pola pikir yang bisa mengaburkan pikiran kita dari Firman Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengartikan Firman Tuhan sekehendak hati dan pikiran kita sendiri (Yoh 11 : 6). Kita harus memegang teguh Firman Tuhan apapun keadaan sekeliling kita. jangan kita mempertanyakan kebenaran dan relevansi Firman Tuhan (Ams 3 : 5).

3. Tempat Yang Tinggi.

Tempat yang tinggi berbicara tentang kedudukan, kepemimpinan, menjadi terkenal, dan berada di puncak keberhasilan. Godaan dari tempat yang tinggi adalah mengkompromikan Firman Tuhan. Di tempat itulah kita menjadi ingin lebih baik dan dibujuk untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai yang diinginkan (jabatan, menjual iman). Kapan iblis disembah dalam hidup kita? Ketika kita berada di tempat tinggi, kedudukan tinggi dan menghalalkan segala cara (Rom 6 : 16).



READ MORE - Tempat Godaan


Kecil tapi...

| |


Yak 3 : 1-12

Yakobus mengingatkan kita bahwa sebagai orang Kristen yang ditentukan untuk menjadi kepala bkan ekor. dalam pembahasan kali ini, kita diajar untuk menguasai lidah kita sepenuhnya. Lidah dapat menjadi berkat, tapi juga dapat menjadi kutuk bagi kita, lidah dapat menghancurkan dan sebaliknya dapat juga membangun.

Pengendalian lidah menjadi masalah besar bagi setiap manusia di setiap generasi. Tidak ada orang yang tidak berdosa dengan lidahnya. Setiap otang Kristen tidak ada yang terbebas dari masalah pengendalian lidahnya. Belajar menjadi orang Kristen yang kuat dan alkitabiah adalah termasuk belajar untuk mengekang lidahnya.

1. Berkuasa untuk mengendalikan (3-4)

Lidah sungguh memiliki kuasa untuk mengatur dan mengendalikan, baik untuk tujuan yang beik maupun tujuan yang jahat. Dengan lidah perintah dan instruksidiberikan untuk dapat mengendalikan kekuatan yang besar. Bayangkan kekuatan komando yang diberikan oleh komandan pasukan! Seorang perwira di Kapernaum mengerti akan kuasa lidah sehingga Yesus ditolak datang ke rumahnya, cukup Yesus berkata-kata saja (Mat 8 :8-9). Dengan hanya berkata-kata saja Yesus dapat memerintahkan satu legiun tentara setan untuk keluar dari diri seorang di Gerasa dan masuk ke dalam 200 babi yang akhirnya mati terjun ke danau (Mark 5 : 12). Kita harus sangat berhati-hati dengan lidah kita karena dengan lidah kita dapat mengendalikan dan mengatur segala sesuatu dengan kekuatan yang besar. PAstikan bahwa kita memakainya untuk menimbulkan dampak yang positif dan bukan sebaliknya! Lidah kita dapat menyebabkan orang banyak datang kepada Kristus atau sebaliknya juga dapat menyebabkan orang banyak menolak Kristus. Jadi, lidah menentukan keselamatan orang banyak (Kis 2 : 41, Ams 15 : 1)

2. Berkuasa untuk menghancurkan (5-8)

Yakobus menyamankan lidah dengan api san binatang buas dengan racunnya yang mematikan, Api memang dibutuhkan oleh manusia, tapi haruslah api yang terkendali, api yang diluar kendali harus dipadamkan. Api yang tidak terkontrol akan menghanguskan dan menyebabkan kerusakkan serta kebinasaan. Demikian pula lidah kita ini jika tidak digunakan dengan hati-hati dan terkendali akan menghancurkan dan menimbulkan kerugian yang besar. Seperti lidah yang dipakai untuk gosip dan fitnah akan menghancurkan. Begitu pula lidah yang dipakai untuk berkata-kata negatif. MEmang awalnya kecil dan hanya dari satu orang ke satu orang yang lain, tapi kemudian akan menyebar dan menghancurkan. Banyak pula korban yang ditimbulkan, yaitu orang yang digosipkan, pengosip, gereja, dan orang yang mendengar gosip (Ams 20 : 19, Ams 25 : 9-10). Karena fitnah dan gosip, maka gereja Tuhan sampai saat ini seringkalai terhambat kemajuannya. Banyak orang non-Kristen tersandung dengan kata-kata orang Kristen, sehingga sampai mati tidak mau percaya. Tuhan akan menuntut tanggung jawab kita pada hari penghakiman. Dikatakan bahwa lidah merupakan dunia kejahatan dan dinyalakan oleh api neraka. Ini disebabkan karena dosa asal. Sebab kejatuhan Adam lidah manusia tadi jahat di Sorga. Lidah yang tidak diserahkan kepada Tuhan cenderung mengatakan kebohongan . Ini akan membawa kita ke dlam berbagai kesulitan (Ams 6 : 2). Ada pepatah : "Setajam -tajamnya pisau, namun lidah lebih tajam".

3. Berkuasa untuk meneduhkan (9-12)

Seringkali tanpa sadar kita memakai lidah kita untuk memuji-muji dan menyembah Tuhan dalam kebaktian, namun bagaimana dengan keadaan di luar kebaktian?. MAnusia dan segala yang ada du mika bumi ini membutuhkan air, tanpa air maka tidak akan ada kehidupan. Sekalipun air juga dapat menjadi bencana bagi manusia. Lidah juga dapat menjadi bencana bagi manusia. Lidah kita harus menjadi air yang memberi kehidupan (Ams 18 : 4, Ams 10 : 11). Air dipakai juga untuk membasuh dan mandi, menimbulkan kesegaran dan menjadikan kita bersih. Lidah orang Kristen harus dapat membasuh, membersihkan dan menyembuhkan . Kalau hati telah dibersihkan oleh Yesus dalam pertobatan, maka lidah juga akan menjadi sumber air yang meneduhkan (Mat 15 : 18, Yoh 6 : 36b).

Biasakan lidah kita untuk berkata-kata yang menguatkan dan membangun serta membawa keteduhan! Misalnya dengan berkata tolong dan terima kasih, maafkan saya, aku mengasihi kamu, aku berdoa bagi kamu, dll.




READ MORE - Kecil tapi...


Hikmah Dibalik Masalah

| 7 Mei 2009 |


Masalah-masalah yang anda hadapi bisa membuat anda jatuh atau bertumbuh tergantung dari bagaimana cara anda menan ggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka.

Mereka lebih memilih untuk bertindak dengan bodoh dan membenci masalah-masalah yang mereka hadapi, daripada berdiam diri untuk merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapati dari masalah-masalah tersebut.

Ada 5 cara yang Tuhan gunakan melalui masalah-masalah dalam hidup anda :

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN anda.

Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah anda untuk membuat anda tetap bergerak. Seringkali masalah yang anda hadapi akan mengarahkan anda ke arah yang baru dan memberikan anda motivasi untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba menarik perhatian anda?

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI anda.

Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang terjadi di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Pernahkah Tuhan menguji kesetiaan anda dengan masalah? Apakah yang anda dapati oleh masalah-masalh itu tentang anda (Yak 1 : 2-3)?

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI anda.

Ada pelajaran-pelajaran yang anda pelajari hanya melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu anda masih kecil, orang tua anda mangajar anda untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi, mungkin anda belajar justru karena setelah anda terbakar. Kadang-kadang anda baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, uang, hubungan dan sebagainya, saat anda sudah kehilangannya (Maz 119 : 71).

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI anda.

Suatu masalah bisa manjadi berkat jika masalah tersebut menegah anda dari bahaya. Beberapa tahun yang lalu ada seseorang yang dihentikan dari pekerjaannya karena dia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis oleh bosnya. Pengangguran itu merupakan suat masalah bagi dia, tetapi justru itulah yang menghindarkan dia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara setahun kemudian, ketika kelakuan manajer yang tidak etis itu terbongkar (Kej 50 : 20)

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN anda.

Jika anda menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk anda. Tuhan lebih memperhatikan karakter anda daripada kenyamanan anda. Hanya hubungan anda dengan Tuhan dan karakter anda yang akan dibawa dengan anda sampai kekal. Anda malah bermegah dalam kesengsaraan anda, karena anda tahu, bahwa... kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan (Rom 5 : 3-4).



READ MORE - Hikmah Dibalik Masalah


Meninggalkan Kebiasaan Buruk Dengan Segera

| 6 Mei 2009 |

Peringatan diberikan dalam kehidupan kita dengan tujuan agar kita menjadi pribadi yang senantiasa berubah. Karena orang yang terbiasa melakukan kesalahan akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Tuhan menghendaki kita meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sampai saat ini masih kita perbuat (Yer 9 : 5). Contoh-contoh kebiasaan buruk yang setiap kali kita kerjakan : menunda-nunda pekerjaan, terlambat, berkata-kata kasar, bersikap tidak sopan, mengasihani diri sendiri, menghakimi orang lain, berbohong, dll. Mengapa kita harus meninggalkan kebiasaan buruk dengan segera?

1. Kebiasaan buruk dapat menguasai kita.

Berhati-hati terhadap sesuatu yang kita kerjakan berulang-ulang. karena hal itu bisa tertanam dengan kuat dalam pikiran dan menjadi gaya hidup kita, Kalau kebiasaan buruk pada awalnya tidak kita tolak, maka lama kelamaan akan menguasai hidup kita (I Pet 1 : 14)

2. Kebiasan buruk yang terus menerus dibiarkan akan semakin sulit ditinggalkan.

Pohon yang sudah bertumbuh besar, dengan akar-akar yang menjalar ke dalam tanah, akan sangat sulit untuk dicabut. Lain halnya dengan tanaman baru yang masih muda (belum menjadi pohon yang besar) akan mudah bagi kita untuk mencabutnya. Karena akarnya masih sedikit dan pendek. Demikian halnya dengan kebiasaan buruk yang sudah mengakar kuat dalam hidup kita, akan sangat sulit untuk dibersihkan dan dapat mengendalikan perhatian hidup kita (Ams 25 : 28)

3. Kebiasaan buruk akan mengakibatkan kita menerima akibat yang buruk.

Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Kalau kita menabur kebiasaan buruk yang kita lakukan berulang-ulang maka akibat yang kita tuai akan sangat buruk. Sampah yang kecil dan sedikit apabila tidak kita buang, maka lama kelamaan akan tercium juga bau busuknya. Segala kepahitan, karakter buruk, itu mungkin kecil dan ringan di awal-awal kita melakukannya. Tetapi apabila dibawa terus menerus, maka akan menjadi beban yang berat dalam hidup kita (Gal 6 : 8, 4 : 17-18).



READ MORE - Meninggalkan Kebiasaan Buruk Dengan Segera


Pembebas atau Penindas?

| 27 April 2009 |



Lukas 9:49-56
Yesus berkata kepadanya, "Jangan kamu cegah, sebab siapa saja
yang tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu" (Lukas 9:50 )

Ada dua tipe manusia, ditinjau dari caranya memperlakukan sesama. Tipe pertama adalah penindas. Cirinya: suka memaksa orang lain menuruti keinginannya. Jika kemauannya tidak dituruti, mereka akan memakai kuasanya untuk menindas. Tipe kedua adalah pembebas. Mereka bisa menghargai orang yang berbeda pendapat, bahkan tidak menyukai dirinya. Mereka membebaskan orang lain untuk menjadi diri sendiri.

Para murid termasuk tipe penindas. Baru saja menerima kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Lukas 9:1,2), sikap arogan mulai muncul. Yohanes berniat mencegah orang lain mengusir setan, karena ia "bukan pengikut kita". Ia bersama Yakobus bahkan siap "menyuruh api turun dari langit" untuk membinasakan orang-orang Samaria yang tidak mau menerima kedatangan Yesus. Padahal Yesus sendiri tidak marah terhadap penolakan mereka. Dia menghargai perbedaan pendapat. Dia memahami sikap orang Samaria dan tidak memaksa mereka menuruti kehendak-Nya. Yesus adalah pembebas. Kedua murid tersebut Dia tegur karena bersikap sebagai tuan yang menindas sesama.

Kita diberi kuasa untuk melayani. Membebaskan. Namun, kuasa bisa disalahgunakan untuk menindas; si kaya menindas si miskin, majikan menindas karyawan, penguasa menindas rakyat; kelompok mayoritas menindas minoritas. Sungguh tak adil memaksa orang menuruti kemauan kita. Thomas à Kempis berkata, "Jangan marah karena engkau tidak bisa membuat orang lain menjadi seperti yang kauinginkan, sebab engkau sendiri tidak bisa membuat dirimu menjadi seperti yang kauinginkan"  

ANDA DAPAT MEMBANGUN TAKHTA DI ATAS BAYONET
TETAPI ANDA TAK DAPAT DUDUK DI ATASNYA UNTUK WAKTU LAMA
Lukas 9:49-56
49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."

50 Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

51. Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"

55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
READ MORE - Pembebas atau Penindas?


Harapan

| 23 April 2009 |


Bacaan : Ibrani 6:9-20

Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir (Ibrani 6:19 )


Film Flight of the Phoenix bercerita tentang pesawat pengangkut minyak yang terempas badai pasir di Gurun Mongolia . Dua penumpangnya tewas, radio rusak, dan badan pesawat pun berantakan. Dengan satu daya yang terbatas di tengah lingkungan yang tak ramah, masih adakah harapan bagi mereka yang bertahan hidup?

Seorang penumpang mengusulkan untuk merakit kembali pesawat baru dari rongsokan yang ada. Sang pilot menepiskan ide itu; menganggapnya menggelikan dan mustahil. Penumpang lain menyanggahnya. "Menurutku, orang cuma perlu satu hal dalam hidup ini," katanya. "Ia hanya perlu seseorang untuk dikasihi. Kalau kau tidak bisa memberikan itu, berilah mereka sesuatu untuk mereka harapkan."

Pengharapan meneguhkan kehidupan kita. Penulis Ibrani menggambarkan kehidupan ini sebagai kapal di lautan. Jiwa kita adalah kapalnya, yang mengangkut muatan berharga: anugerah keselamatan (ayat 9). Kita tengah berlayar menuju pelabuhan surga. Adapun pencobaan, penganiayaan, dan penderitaan adalah angin dan gelombang yang berpotensi mengandaskan kapal. Karenanya, kita memerlukan sauh yang memberikan kepastian dan keteguhan. Sauh itu tidak lain adalah pengharapan kita di dalam Yesus.

Di tengah dunia yang penuh gelombang ketidakpastian, kita dapat tetap tenang karena Yesus telah melabuhkan sauh kapal jiwa kita ke belakang tabir, yaitu ruang Mahakudus di surga. Hadirat Allah yang mulia itu tidak terpengaruh oleh keadaan dunia. Di sana Dia menjadi Imam Besar yang kekal dan tidak mungkin gagal menolong umat-Nya.


PENGHARAPAN KITA TEGUH
KARENA TERPANCANG PADA BATU KARANG YANG TIDAK TERGUNCANGKAN

Ibrani 6:9-20

9. Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.

10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,

12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,

18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.



READ MORE - Harapan


Kronologi Paskah

| 13 April 2009 |

Mengikuti dan merenungkan peristiwa demi peristiwa yang dilalui Tuhan Yesus saat menjelang kematian dan kebangkitan-Nya dapat menolong kita untuk mengucap syukur atas kasih karunia Allah yang tak ternilai harganya itu… dan kita akan merasakan betapa luar biasa kasih yang dierikannya kepada kita manusia yang penuh dengan lumpur dosa ini. Mari kita merenungkan kisah Alkitab pada peristiwa PASKAH.

1. Yesus dielu-elukan di  Yerusalem (minggu palem)

Mat 21 : 1-4, Mark 11 : 1-6, Luk 19 : 18-34

2. Malam PASKAH dalam perjamuan Malam

Mat 26 : 17-29, Mark 14 : 12-25, Luk 22 : 7-26, Yoh 13 : 1-30

3. Di Getsemani

Mat 26 : 30-46, Mark 14 : 26-42, Luk 22 : 31-46, Yoh 18 : 1

4. Yesus dikhianati Yudas

Mat 26 : 47-50, Mark 14 : 43-45, Luk 22 : 47-48, Yoh 18 : 1-3

5. Yesus ditangkap

Mat 26 : 50-56, Mark 14 : 46-52, Luk 22 : 49-53, Yoh 18 : 4-11

6. Yesus dibawa kehadapan Hanas

Yoh 18 : 12-14, 19-24

7. Petrus menyangkal Yesus

Mat 26 : 69-75, Mark 14 : 66-72, Luk 22 : 54-61, Yoh 18 : 15-18, 25-27

8. Dihadapan Imam besar

Mat 26 : 59-68, Mark 14 : 53-65, Yoh 18 : 19-24

9. Di hadapan Sanhedrin

Mat 27 : 1, Mark 15 : 1, Luk 22 : 66-71

10. Diserahkan kepada Pilatus

Mat 27 : 2, 11-14, Mark 15 : 1-5, Luk 23 : 1-5, Yoh 18 : 28-38

11. Penyesalan Yudas dan bunuh diri

Mat 27 : 2-10

12. Yesus di hadapan Herodes

Luk 23 : 6-12

13. Barabas

Mat 27 : 15-26, Mark 15 : 6-15, Luk 23 : 17-25, Yoh 18 : 39-40

14. Yesus memikul salib

Mat 27 : 31-32, Mark 15 : 20-21, Luk 23 : 26, Yoh 19 : 16-17

15. Yesus disalibkan

Mat 27 : 33-34, Mark 15 : 22-25, Luk 23 : 32-34, Yoh 19 : 18

16. Diolok-olok di kayu salib

Mat 27 : 39-44, Mark 15 : 29-32, Luk 23 : 35-37

17. Perampok si atas kayu salib

Luk 23 : 39-43

18. Yesus menyapa ibu-Nya

Yoh 19 : 25-27

19. Ditolak oleh Allah

Mat 27 : 45-47, Mark 15 : 33-36, Luk 23 : 44-45

20. Kematian Sang Juru Selamat

Mat 27 : 50, Mark 15 : 37, Luk 23 : 46, Yoh 19 : 30

21. Terjadi mukjizat dan tanda ajaib

Mat 27 : 51-54, Mark 15 : 38-39, Luk 23 : 47

22. Dikuburkan

Mat 27 : 57-61, Mark 15 : 42-47, Luk 23 : 5-56, Yoh 19 : 38-42

23. Prajurit penjaga kubur Yesus

Mat 27 : 62-66

24. Pagi PASKAH

Mat 28 : 1-15, Mark 16 : 1-8, Luk 24 : 1-12, Yoh 20 : 1-10




READ MORE - Kronologi Paskah


followers

Labels

Archive