Footprints

When GOD opened the window of HEAVEN, HE saw me & ask, "What you wish for today?..." I said, "LORD... please take care of the person who read this message"

Waktu

| 30 April 2009 |


Pepatah yang kita kenal mengatakan “Time is money” yang artinya waktu adalah uang. Waktu dapat menghasilkan uang. Para “businessman” mendayagunakan waktu seefisien mungkin. Dengan waktu, mereka dapat menghasilkan keuntungan. Tidak heran jika dibanyak negara maju, pekerja ‘Blue colar’ (pekerja kasar) digaji dengan menggunakan hitungan jam. Satu jam digaji $10.00 (sepuluh dolar). Pembayaran ini tentunya karena pengusaha menghargai tenaga pekerja kasar itu. Waktu itu penting, sampai-sampai ada istilah manajemen waktu. Bagaimana caranya untuk mengatur waktu supaya tidak membuang waktu percuma? Contoh, kita akan diomeli bos kalau kita datang terlambat untuk bekerja sehingga kita harus lari terbirit-birit untuk bisa datang lebih awal, pacar kita kan ngambek kalau kita datang terlambat, tetapi herannya kalau kita datang ke gereja terlambat tidak ada masalah, tidak ada yang ’komplain’. 

Alkitab juga mencatat betapa pentingnya waktu, seperti Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa “kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang, akan datang malam, dimana tidak seorangpun yang dapat bekerja.” (Yoh.9 : 4). Ayat ini menekankan betapa pentingnya waktu itu sehingga jika pada waktunya tiba kita tidak mempunyai kesempatan lagi. Maka ada pepatah yang mengatakan “Berpacu dengan waktu” yang mengajar supaya kita tidak terlambat. Karena dengan terlambat maka banyak hal yang tidak dapat kita lakukan.

Bagaimana dengan Kekristenan?

Sayangnya banyak orang Kristen kurang menghargai waktu. Datang ke Ibadah Raya terlambat. Datang ke Care Group/Persekutuan terlambat. Menghadiri rapat terlambat. Latihan paduan suara terlambat. Dan yang patut dipertanyakan, “Mengapa dapat terlambat?” Karena kita tidak menghargai waktu yang diberikan Tuhan untuk melayaniNya. Jika kita bandingkan dengan pengalaman hidup kita sehari-hari, pasti kita tidak ingin terlambat. Menonton bioskop jangan sampai terlambat. Menemui sang pacar jangan sampai terlambat. Masuk kerja harus tepat waktu. Berangkat kuliah lebih awal. Jika kita menjawab bahwa kita lebih menghargai waktu untuk diri kita sendiri, tentu dapat dibayangkan betapa sakitnya hati Tuihan. Karena Dia yang menyediakan waktu untuk kita, tetapi kita tidak menghargai Si Pemberi waktu. Oleh karena itu, kita perlu memohon bimbingan Roh Kudus untuk mengubah prinsip hidup kita. Kita bisas mengetahui kualitas hubungan kita dengan Tuhan dengan seberapa banyak waktu yang kita gunakan untuk Tuhan. Jika kita mempunyai seorang pacar, lalu kita lebih mementingkan waktu untuk diri kita sendiri daripada waktu untuk pacar kita, maka dapat diketahui bahwa mungkin kita tidak mencintai pacar kita.

TIME IS SOUL

Jika kita mengetahui bahwa “Time is money” maka kita juga memiliki istilah “Time is soul” (waktu adalah jiwa). Tuhan Yesus berkata, “Kita haus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang akan datang malam, dimana tidak seorangpun yang dapat berkerja.”(Yoh.9 : 4) Maka sebagai sorang Kristen yang telah lahir baru kita harus menyadari akan hal ini, yaitu bagaimana kita dapat mengabarkan Injil bagi kemuliaan nama Tuhan. Apakah kita pernah menggunakan waktu kita untuk memperkenalkan. Kristus pada orang-orang disekeliling kita? Maka Time is soul adalah istilah yang tepat. Karena setiap waktu itu dapat menyelamatkan jiwa manusia. Dan jiwa manusia lebih berharga daripada uang. Selama masih ada kesempatan, marilah kita menggunakan waktu kita untuk memberitakan kabar keselamatan bagi semua orang! ” Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”(Luk.15 : 7). Pertanyaannya, maukah anda yang telah diselamatkan memakai waktu untuk memberitakan Injil?



READ MORE - Waktu


Surat Yang Terjawab

| 29 April 2009 |


Saya pernah membaca tentang seorang pria yang mengalami kecelakaan tragis. Ia kehilangan kedua kakinya juga lengan kirinya, dan yang tersisa pada tangan kanannya tinggal sebuah jari dan ibu jari. Sekalipun ia masih memiliki otak yang brilian, pendidikan yang baik dan pengalaman berkeliling dunia, tetapi bagaimanapun juga pada awalnya ia mengira akan menjadi orang yang tak berguna.

Kemudian sebuah pemikiran terlintas dibenaknya. Bila orang cenderung senang menerima surat, mengapa ia tidak menulis surat kepada orang lain? Ia masih dapat menggunakan tangan kananya walaupun dengan susah payah. Tetapi siapa yang harus ia kirimi surat?.

Adakah orang yang tak berdaya seperti dirinya yang akan memperoleh semangat melalui surat-suratnya? Lalu ia berpikir tentang orang-orang yang ada di penjara, sekalipun mereka masih punya harapan suatu ketika akan bebas, tidak seperti dirinya. Namun, ini layak dicoba.

Ia menulis surat kepada sebuah organisasi Kristen yang berhubungan dengan pelayanan penjara ntuk menanyakan hal ini. Namun, ia menerima kabar bahwa surat-suratnya tidak akan dapat dibalas, karena itu melanggar peraturan penjara. Walaupun demikian, ia tetap melanjutkan kegiatan surat menyurat sepihak ini. 

Ia menulis surat dua kali seminggu dan itu sungguh menguras tenaganya. Namun, ia mencurahkan segenap jiwa, pengalaman, iman, pengetahuan, dan optimismenya sebagai orang Kristen. Sering kali ia merasa putus asa dan tergoda untuk menyerah. Namun, ini adalah satu-satunya kegiatan yang ia miliki, dan ia bertekad untuk terus bertahan. Akhirnya ia menerima sepucuk surat balasan. Surat itu sangat singkat dan ditulis oleh petugas penjara yang bertugas menyensor surat-surat. Pada surat itu tertulis, “Tolong tuliskan surat anda pada kertas terbaik yang dapat anda beli. Surat-surat anda selalu dibaca secara bergiliran dari satu sel ke sel yang lain, sampai surat-surat itu hancur.”

Bagaimanapun situasi pribadi kita, kita masih memiliki karunia dan talenta dari Allah, pengalaman-pengalaman dan peneguhan-peneguhan yang dapat kita bagikan kepada orang lain.



READ MORE - Surat Yang Terjawab


Nilai Seikat Kembang

| 28 April 2009 |




Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir didepan kuburan umum. Pria itu berjalan menjuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, “Pak, maukah anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!’

Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan dibelakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, “Saya Ny. Steven. Saya selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada anda. Saya mengirim uang itu agar anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya diatas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati anda. Saya memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya.”

”o, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kapada anda. Memang uang yang nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu dipusara anak anda.” Jawab pria itu. “Apa, maaf?” Tanya wanita itu dengan gusar. “Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu disana, karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan sekikat kembang . Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada dirumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahandan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya,”jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi. Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun kearah pos penjaga kuburan. Selamat pagi. Apakah anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang anda berkan bebeerapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebaih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal. Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.

Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!” Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesediahan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.


READ MORE - Nilai Seikat Kembang


Pembebas atau Penindas?

| 27 April 2009 |



Lukas 9:49-56
Yesus berkata kepadanya, "Jangan kamu cegah, sebab siapa saja
yang tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu" (Lukas 9:50 )

Ada dua tipe manusia, ditinjau dari caranya memperlakukan sesama. Tipe pertama adalah penindas. Cirinya: suka memaksa orang lain menuruti keinginannya. Jika kemauannya tidak dituruti, mereka akan memakai kuasanya untuk menindas. Tipe kedua adalah pembebas. Mereka bisa menghargai orang yang berbeda pendapat, bahkan tidak menyukai dirinya. Mereka membebaskan orang lain untuk menjadi diri sendiri.

Para murid termasuk tipe penindas. Baru saja menerima kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Lukas 9:1,2), sikap arogan mulai muncul. Yohanes berniat mencegah orang lain mengusir setan, karena ia "bukan pengikut kita". Ia bersama Yakobus bahkan siap "menyuruh api turun dari langit" untuk membinasakan orang-orang Samaria yang tidak mau menerima kedatangan Yesus. Padahal Yesus sendiri tidak marah terhadap penolakan mereka. Dia menghargai perbedaan pendapat. Dia memahami sikap orang Samaria dan tidak memaksa mereka menuruti kehendak-Nya. Yesus adalah pembebas. Kedua murid tersebut Dia tegur karena bersikap sebagai tuan yang menindas sesama.

Kita diberi kuasa untuk melayani. Membebaskan. Namun, kuasa bisa disalahgunakan untuk menindas; si kaya menindas si miskin, majikan menindas karyawan, penguasa menindas rakyat; kelompok mayoritas menindas minoritas. Sungguh tak adil memaksa orang menuruti kemauan kita. Thomas à Kempis berkata, "Jangan marah karena engkau tidak bisa membuat orang lain menjadi seperti yang kauinginkan, sebab engkau sendiri tidak bisa membuat dirimu menjadi seperti yang kauinginkan"  

ANDA DAPAT MEMBANGUN TAKHTA DI ATAS BAYONET
TETAPI ANDA TAK DAPAT DUDUK DI ATASNYA UNTUK WAKTU LAMA
Lukas 9:49-56
49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."

50 Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

51. Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"

55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
READ MORE - Pembebas atau Penindas?


Mengembangkan Rasa Percaya Diri

| 24 April 2009 |


Ukuran kesuksesan itu bukan hanya dilihat dari status dan kekayaan materi saja, tetapi juga penghargaan orang-orang di sekeliling terhadap sikap dan tingkah laku seseorang

•    12 Cara untuk mengembangkan rasa percaya diri :

1. Pusatkan perhatian pada potensi anda, bukan pada keterbatasan anda. 
2. Putuskan untuk mengetahui kebenaran mengenai diri anda sendiri. 
3. Bedakanlah antara siapa diri anda dan apa yang anda lakukan. 
4. Carilah sesuatu yang sekarang anda lakukan dan lakukan itu dengan baik secara terus menerus. 
5. Buanglah sifat suka mengkritik diri sendiri dan katakanlah hal-hal yang positif kepada diri sendiri secara terus menerus. 
6. Buanglah rasa takut untuk gagal dan bayangkanlah dengan jelas bahwa anda bekerja dengan berhasil dan berbahagia. 
7. Berani tampil eksentrik 
8. Berusahalah keras untuk berdamai dengan orang tua anda. 
9. Putuskanlah untuk memadukan tubuh dan roh anda.  
10. Putuskanlah untuk mengatasi rasa bersalah yang bersifat neurosis . 
11. Pereratlah hubungan anda dengan orang-orang yang menolong anda untuk bertumbuh. 
12. Jangan biarkan penolakan menghambat anda untuk mengambil prakarsa dengan orang lain. 

• Jangan terpaku pada kelemahan-kelemahan anda, tetapi pusatkan perhatian pada kelebihan dan potensi anda. Inilah dasar pertama untuk mengembangkan rasa percaya diri 

• Kita telah diciptakan oleh Allah yang besar dengan cara yang mengagumkan dan karena itulah kita memiliki arti. Kita mulai membangun rasa percaya diri bila kita percaya bahwa kita berasal dari Pencipta yang Maha Pemurah.

Maz 8:5-7 
“ apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:” 

• Menghindarkan Perbandingan. Ada satu faktor lain yang menyebabkan kita begitu dihantui oleh keterbatasan kita, yaitu kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Kebiasaan membandingkan diri ini adalah merupakan penghancur rasa percaya diri. Ingat ! Allah tidak menjadikan kita sama persis dengan orang lain.


Tidak ada pertimbangan nilai yang lebih penting bagi manusia dan tidak ada faktor yang lebih menentukan dalam perkembangan kejiwaan dan motivasi, selain penilaian yang diberikannya kepada diri sendiri. 
- NATHANIEL BRANDEN -




READ MORE - Mengembangkan Rasa Percaya Diri


Link Sahabat Blogger

| 23 April 2009 |



Akhirnya luluh juga hatiku untuk buat Friend Link. Fiuh.... nih dia :



1. Gaby

2. T2nez

3. Ririn

4. Christian

5. Armand

6. Daniel

7. Laurencia

8. Wonderfull blog

9. Everything Fine

10. Happy moment

11. Anything Special

12. Love Awareness

13. Always Intersting

14. Pooja

15. Honeybuzz

16. Admin Kom

17. Tutorial Komputer

18. Blogger Template

19. Buwel

20. Kikio

21. GKII

22. Neverwinter 

23. ...

Ini dia semua teman-temanku... maaf kalo tidak bisa berkunjung disetiap waktu. God bless you all...



READ MORE - Link Sahabat Blogger


Harapan

| |


Bacaan : Ibrani 6:9-20

Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir (Ibrani 6:19 )


Film Flight of the Phoenix bercerita tentang pesawat pengangkut minyak yang terempas badai pasir di Gurun Mongolia . Dua penumpangnya tewas, radio rusak, dan badan pesawat pun berantakan. Dengan satu daya yang terbatas di tengah lingkungan yang tak ramah, masih adakah harapan bagi mereka yang bertahan hidup?

Seorang penumpang mengusulkan untuk merakit kembali pesawat baru dari rongsokan yang ada. Sang pilot menepiskan ide itu; menganggapnya menggelikan dan mustahil. Penumpang lain menyanggahnya. "Menurutku, orang cuma perlu satu hal dalam hidup ini," katanya. "Ia hanya perlu seseorang untuk dikasihi. Kalau kau tidak bisa memberikan itu, berilah mereka sesuatu untuk mereka harapkan."

Pengharapan meneguhkan kehidupan kita. Penulis Ibrani menggambarkan kehidupan ini sebagai kapal di lautan. Jiwa kita adalah kapalnya, yang mengangkut muatan berharga: anugerah keselamatan (ayat 9). Kita tengah berlayar menuju pelabuhan surga. Adapun pencobaan, penganiayaan, dan penderitaan adalah angin dan gelombang yang berpotensi mengandaskan kapal. Karenanya, kita memerlukan sauh yang memberikan kepastian dan keteguhan. Sauh itu tidak lain adalah pengharapan kita di dalam Yesus.

Di tengah dunia yang penuh gelombang ketidakpastian, kita dapat tetap tenang karena Yesus telah melabuhkan sauh kapal jiwa kita ke belakang tabir, yaitu ruang Mahakudus di surga. Hadirat Allah yang mulia itu tidak terpengaruh oleh keadaan dunia. Di sana Dia menjadi Imam Besar yang kekal dan tidak mungkin gagal menolong umat-Nya.


PENGHARAPAN KITA TEGUH
KARENA TERPANCANG PADA BATU KARANG YANG TIDAK TERGUNCANGKAN

Ibrani 6:9-20

9. Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.

10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,

12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,

18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.



READ MORE - Harapan


Award-ku Yang Keempat

| |

Hahahahaha dapet lagi dari my far sister, meski ini perbaikan dari yang kemaren tapi lumayan buat koleksi. Ini dia...


Fiuh.... senangnya dapet award, by the way thanks ya.. God bless you.
READ MORE - Award-ku Yang Keempat


Award-ku Yang Ketiga

| 22 April 2009 |

Kemaren adalah pengalaman yang indah bagiku bisa membantu sesama dalam mempercantik blog. Dan alangkah senangnya hatiku karena bisa menjadi berkat bagi orang lain meski lewat dunia maya. Dan saat aku berkunjung ke blognya aku dapet ini link, hahahahaha.... senangnya dapet dibuatin ucapan terima kasih... lucu dan imut lagi hehehee, ini adalah award ketigaku yang kutrima, thanks ya Gaby.


Pesanku... tetep maju terus baik di sunia sekuler atau rohani... karena dimananpun kita berada kita bisa dipakai Tuhan untuk menjadi berkat dan memberkati orang lain di sekita kita. So give the best for Him in everything we do!!!



READ MORE - Award-ku Yang Ketiga


Ucapan Bahagia Iblis

| 21 April 2009 |



Jika si Iblis menulis ucapan bahagianya, maka bunyinya mungkin akan seperti ini:

Berbahagialah orang yang terlalu capek dan sibuk sehingga tidak punya waktu untuk bersekutu satu jam saja dengan TUHAN. Mereka adalah rekan kerjaku yang paling hebat.

Berbahagialah orang yang menunggu ditegur dan mengharapkan pujian. Aku bisa memperalat mereka.

Berbahagialah mereka yang terlalu sensitif. Dengan sedikit sentilan saja, mereka pasti tidak mau lagi bekerja dengan semangat. Mereka ini adalah ‘fans-ku’.

Berbahagialah mereka pembuat masalah. Mereka akan disebut anak-anakku.

Berbahagialah orang tukang mengeluh. Aku senang mendengarkan mereka.

Berbahagialah mereka yang sudah bosan dengan gaya dan kekeliruan bossnya, karena mereka tidak mendapat apa-apa dari pekerjaannya.

Berbahagialah setiap karyawan yang berharap dibujuk-bujuk untuk disiplin kerja, orang seperti ini hanya menambah masalah baru.

Berbahagialah mereka yang suka gossip, karena mereka akan menimbukan pertengkaran dan perpecahan. Ini sungguh menyenangkan saya.

Berbahagialah mereka yang gampang tersinggung, karena mereaka akan cepat marah dan pindah pekerjaan lain.

Berbahagialah mereka yang egois dan mementingkan diri sendiri, mereka penolong saya.

Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan tetapi membenci saudaranya karena mereka akan bersama saya selamanya.

Berbahagialah anda yang membaca tulisan ini dan meresa ini cocok untuk orang lain dan bukan diri sendiri. Anda sudah dalam tangan saya!


READ MORE - Ucapan Bahagia Iblis


Award-ku Yang Kedua

| 20 April 2009 |

Seperti biasa tiap kali membuka blog, yang kulakukan adalah melihat ke buku tamu. Menindak lanjuti dari komentar-komentar yang masuk dengan kunjungan balik sebagai salam persahabatan para blogger. Kali ini ada yang luar biasa... sesaat aku ngobrol dengan teman, "kok gak ada yang ngasih award lagi ya hehehe," eh ternyata ada sahabat blogger yang ngasih... ( "bro, pertemuan kali ini, aku ingin memberikan award kepada dirimu ... ambil di link" )

dan... ini dia awardnya :


Terima kasih untuk neverwinter atas pemberian awardnya kepada persekutuan siloam, benar-benar kami diberkati dengan award ini... terima kasih tetap semangat dan Tuhan memberkati.
READ MORE - Award-ku Yang Kedua


Sebuah Keberanian

| |


Mengakui bahwa anda keliru

Melakukan kebenaran padahal semua orang tidak

Berbicara kepada seseorang yang tidak anda kenal

Mengatakan ’tidak’ ketika orang berusaha membuat anda melakukan sesuatu yang anda tahu seharusnya tidak anda lakukan

Mengatakan yang sebenarnya dan menerima ganjarannya

Membela sesuatu yang anda yakini, walaupun itu bias berarti anda ditolak atau diolok atau bahkan dilukai

Membela seseorang yang dianggap tidak popular atau tidak bisa diterima

Menhadapi suatu keterbatasan dan memberikan yang terbaik, terlepas dari kepedihan atau ketidaknyamanan

Menghadapi rasa takut tanpa lari

Berkorban untuk melindungi sesorang yang telah menjadi korban atau sesorang yang kekurangan

Menjadi orang satu-satunya

Mengambil resiko

Mengungkapkan isi hari anda secara jujur termasuk perasaan, ketakutan dan kegagalan anda

Mengamalkan iman anda dengan sepenuh hati, pikiran, jiwa dan kekuatan terlepas dari resikonya





READ MORE - Sebuah Keberanian


Surat Cinta Dari Tuhan, Kekuatan Bagi Jiwa

| 17 April 2009 |


Engkau pikir engkau sendirian. Engkau pikir tidak seorang pun mempedulikanmu. “apa gunanya?” engkau bertanya. AnakKu, tenangkan pikiranmu. Sekali-kali, setiap orang pasti terluka. Hatimu pernah terluka sebelumnya dan luka itu tidak membuatmu kalah. Sekarang luka itu juga tidak akan mengalahkanmu.

Berpalinglah padaKu, nak, Berdirilah teguh, dan jangan lari. Engkau akan maju terus menuju kemenangan. Bahkan sekarang engkau berkemenangan, jadi jangan goyah oleh kekacauan dan masalah disekelilingmu. Dan jangan digoyahkan oleh gejolak yang ada dalam dirimu. Engkau tidak dikuasai oleh keadaan. Engkau dapat berubah saat ini juga. Daripada bereaksi dalam ketakutan, tanggapilah dengan iman! Ambil tindakan! Tutup semua panca indera jasmanimu terhadap keadaan dan berikan semua masalahmu padaKU. Berikan padaKU semua bebanmu.

Bukan apa yang terjadi dalam hidupmu yang menyebabkan engkau kalah. Tetapi kepercayaan terhadap keadaan kekalahanmulah yang menyebabkan engkau kalah. Saat ini, ditengah masalahmu, engkau berdiri diatas tanah yang kering. Engkau tidak akan tenggelam, karena berada di sungai Kehidupan. Saat ini, ditengah dapur api, engkau tidak akan berbakar, karena aku bersamamu. Nak, engkau tidak menuju kebawah, tetapi engkau menuju keatas! Engkau maju terus! Keadaan disekitarmu tidak akan mengalahkanmu! Tidak perlu bagiKu untuk mengubah keadaan, tetapi yang perlu engaku lakukan adalah berubah. Jangan menyerah. Berdirilah diatas firmanKu. Milikilah iman dalam diriKu, karena aku telah mengalahkan dunia. Tegakkan wajahmu mengatasi masalahmu dan pandanglah masalahmu dari posisimu diatas, betapa kecilnya masalahmu ketika engkau melihat apa ada perspektif yang benar!

Bersandarlah padaKu nak. Tinggallah didalamku. Jangan sedikitpun lupa bahwa kekuatanKu adalah kekuatanmu. Engkau, dilindungi didalam tempat yang Mahakuasa. Tetaplah dekat denganKu. Lepaskan bebanmu. Berikan semua bebanmu padaKu. Tinggallah dalam hadiratKu, engaku akan dapat mengatasi semuanya.

Ingatlah engkau tidak perlu berjuang dalam iman untuk mendapatkan sesuatu yang sudah menjadi milikmu. Yang perlu engkau lakukan hanyalah menerimanya, Aku telah mengatakannya, “Damai sejahtera yang Aku berikan kepadamu, tidak seperti damai sejahtera yang diberikan dunia, akan tetapi damai sejahteraKu adalah damai sejahtera yang melampaui segala akal”.


Kekasihmu, Tuhan.


“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus, Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. “ (Yes.46 : 4)



READ MORE - Surat Cinta Dari Tuhan, Kekuatan Bagi Jiwa


Awards Pertamaku

| 16 April 2009 |

Tak pernah terpikirkan olehku mengenai hal ini. Saat aku lihat di Shout Mix ada pesan untukku seperti ini "ada award nih buat kamu, lihat disini link ya bro. GBU ". Dan langsung saja aku buka... Inilah yang kudapat :




Tak kusangka ada seseorang yang menghargai tulisanku dengan memberikan awards. Aku hanya menulis berbagai macam artikel yang kutumpahkan ke dalam blog ini dengan tujuan untuk bisa menjadi berkat bagi setiap orang yang membacanya. Sebenanarnya bisa menjadi berkat bagi orang lain sudah cukup bagiku, itu berari visi dan misiku berhasil. Tetapi award ini merupakan bonus bagiku, dan tentunya aku sangat senang menerima awards ini. Terima kasih untuk sahabat blogku t2nez, yang telah memberikan awards ini pada blogku. Sungguh dengan awards ini membuatku lebih bersemangat untuk membagikan berkat bagi orang lain lewat tulisan-tulisan di blog ini.



READ MORE - Awards Pertamaku


Persahabatan

| 15 April 2009 |


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya …

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis, tetapi membutuhkan proses yang panjang. Seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan. Justru kaena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi meyatakan apa yang amat menyakitkan, dengan tujuan agar shabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya. Karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejadi namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan kita mengenal teman-teman kita.

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan, siapa yang berada disamping anda? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Siapa yang ingin bersama anda saat anda tidak bisa memberikan apa-apa? Merekalah sahabatmu! Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu dengan mereka.

(Amsal 17:17) “ Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”



READ MORE - Persahabatan


Tuhan Adalah Gembalaku

| 14 April 2009 |



Tuhan adalah gembalaku...
ADALAH SUATU HUBUNGAN!

Takkan kekurangan aku...
ADALAH SUATU PENYEDIAAN!

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau...
ADALAH SUATU PERISTIRAHATAN!

Ia membimbingku ke air yang tenang...
ADALAH SUATU PENYEGARAN!

Ia menyegarkan jiwaku...
ADALAH SUATU PENYEMBUHAN!

Ia menuntunku ke jalan yang yang benar...
ADALAH SUATU TUNTUNAN!

Oleh karena nama-Nya...
ADALAH SUATU KEPASTIAN!

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman...
ADALAH SUATU TANTANGAN!

Aku tidak takut bahaya...
ADALAH SUATU JAMINAN!

Sebab Engkau besertaku...
ADALAH SUATU KASIH SETIA!

Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku...
ADALAH SUATU PERISAI PERLINDUNGAN!

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku...
ADALAH SUATU PENGHARAPAN!

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak...
ADALAH SUATU PENTAHBISAN!

Pialaku penuh melimpah...
ADALAH SUATU KELIMPAHAN!

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku...
ADALAH SUATU BERKAT!

Dan aku akan diam di dalam rumah Tuhan...
ADALAH SUATU PERASAAN AMAN!

Sepanjang masa...
ADALAH SUATU YANG BERNILAI KEKAL!



READ MORE - Tuhan Adalah Gembalaku


Kronologi Paskah

| 13 April 2009 |

Mengikuti dan merenungkan peristiwa demi peristiwa yang dilalui Tuhan Yesus saat menjelang kematian dan kebangkitan-Nya dapat menolong kita untuk mengucap syukur atas kasih karunia Allah yang tak ternilai harganya itu… dan kita akan merasakan betapa luar biasa kasih yang dierikannya kepada kita manusia yang penuh dengan lumpur dosa ini. Mari kita merenungkan kisah Alkitab pada peristiwa PASKAH.

1. Yesus dielu-elukan di  Yerusalem (minggu palem)

Mat 21 : 1-4, Mark 11 : 1-6, Luk 19 : 18-34

2. Malam PASKAH dalam perjamuan Malam

Mat 26 : 17-29, Mark 14 : 12-25, Luk 22 : 7-26, Yoh 13 : 1-30

3. Di Getsemani

Mat 26 : 30-46, Mark 14 : 26-42, Luk 22 : 31-46, Yoh 18 : 1

4. Yesus dikhianati Yudas

Mat 26 : 47-50, Mark 14 : 43-45, Luk 22 : 47-48, Yoh 18 : 1-3

5. Yesus ditangkap

Mat 26 : 50-56, Mark 14 : 46-52, Luk 22 : 49-53, Yoh 18 : 4-11

6. Yesus dibawa kehadapan Hanas

Yoh 18 : 12-14, 19-24

7. Petrus menyangkal Yesus

Mat 26 : 69-75, Mark 14 : 66-72, Luk 22 : 54-61, Yoh 18 : 15-18, 25-27

8. Dihadapan Imam besar

Mat 26 : 59-68, Mark 14 : 53-65, Yoh 18 : 19-24

9. Di hadapan Sanhedrin

Mat 27 : 1, Mark 15 : 1, Luk 22 : 66-71

10. Diserahkan kepada Pilatus

Mat 27 : 2, 11-14, Mark 15 : 1-5, Luk 23 : 1-5, Yoh 18 : 28-38

11. Penyesalan Yudas dan bunuh diri

Mat 27 : 2-10

12. Yesus di hadapan Herodes

Luk 23 : 6-12

13. Barabas

Mat 27 : 15-26, Mark 15 : 6-15, Luk 23 : 17-25, Yoh 18 : 39-40

14. Yesus memikul salib

Mat 27 : 31-32, Mark 15 : 20-21, Luk 23 : 26, Yoh 19 : 16-17

15. Yesus disalibkan

Mat 27 : 33-34, Mark 15 : 22-25, Luk 23 : 32-34, Yoh 19 : 18

16. Diolok-olok di kayu salib

Mat 27 : 39-44, Mark 15 : 29-32, Luk 23 : 35-37

17. Perampok si atas kayu salib

Luk 23 : 39-43

18. Yesus menyapa ibu-Nya

Yoh 19 : 25-27

19. Ditolak oleh Allah

Mat 27 : 45-47, Mark 15 : 33-36, Luk 23 : 44-45

20. Kematian Sang Juru Selamat

Mat 27 : 50, Mark 15 : 37, Luk 23 : 46, Yoh 19 : 30

21. Terjadi mukjizat dan tanda ajaib

Mat 27 : 51-54, Mark 15 : 38-39, Luk 23 : 47

22. Dikuburkan

Mat 27 : 57-61, Mark 15 : 42-47, Luk 23 : 5-56, Yoh 19 : 38-42

23. Prajurit penjaga kubur Yesus

Mat 27 : 62-66

24. Pagi PASKAH

Mat 28 : 1-15, Mark 16 : 1-8, Luk 24 : 1-12, Yoh 20 : 1-10




READ MORE - Kronologi Paskah


Cukup Sekali Aku Mati Bagimu

| 10 April 2009 |


Suatu hari di tepi danau Tiberias, Yesus tampak duduk makan bersama dengan murid-muridnya. Ajaibnya aku juga berada disana, diantara mereka!! Entah bagaimana caranya aku bisa berada disana. Tetapi aku rasa, keberadaanku bukan masalah besar bagi mereka. Buktinya mereka bisa menerima kehadiranku tanpa banyak bertanya. Aku pun sepertinya telah terbiasa bergaul dengan mereka. Jadi tidak ada yang perlu dipersoalkan bukan?

Tiba-tiba aku merasa sedih. Ada sesuatu di dalam dadaku yang rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Aku bukan salah satu dari mereka. Aku bukan nelayan, juga bukan salah satu dari 12 murid Yesus.

Tetapi, aku beroleh kehormatan untuk berada disana. Tepat di saat-saat terakhir Yesus bersama kami,. Sebenarnya aku tak tahu mengapa aku berasa disana. Meskipun merasa sedikit canggung, tetapi aku dapat dengan mudah beradaptasi dengan mereka. Walaupun aku bukan nelayan, tetapi tanganku kelihatan ahli dalam menggunakan jala.

Malam itu semua orang bersikap dingin kepadaku. Entah mengapa semua mata orang yang hadir saat itu tertuju kepadaku. Aku tidak terbiasa diperlakukan seperti itu, karena itu aku segera beranjak dan duduk disamping Yesus, aku ingin memperoleh rasa aman itu. Aku ingin menjauh dari orang-orang yang menilaiku.

Aku mengambil sepotong ikan dan mulai membakarnya. Saat aku sibuk membalik-balikan ikan yang setengah matang itu… tiba-tiba Yesus melontarkan pertanyaan yang tak terpikirkan olehku, “ Apakah engkau mengasihi aku? “

Aku terdiam. Tanganku berhenti bekerja. Aku menatap sosok di hadapanku dengan heran.

“ Mengapa , engkau bertanya seperti itu kepadu Tuhan?”, batinku. Tetapi karena Ia bertanya, aku berusaha memberi jawaban sebaik mungkin.

“Tentu saja, Tuhan! Aku mencintaimu!”

“Gembalakanlah domba-domba-Ku!”

Aku tersentak. Hatiku berdesir. Seketika itu aku dihinggapi perasaan kalut. Sepertinya aku pernah mendengar pertanyaan itu. Tetapi dimana? Aku terlalu sibuk berpikir dan mereka-reka hingga tak menyadari bahwa saat itu murid-murid yang lain menatapku dan bersbisik-bisik.

“Apakah engkau mengasihi Aku?”.

Untuk ketiga kalinya Ia kembali bertanya kepadaku. Aku tak tahan lagi. Tangisku semakin tak terbendung. Mengapa aku? Mengapa aku yang didesak dengan pertanyaan-pertanyaan itu? Apa bedanya aku dengan murid-murid yang lain yang berada disitu? Aku benar-benar frustasi. Tiba-tiba aku mendengar Yakobus dan Andreas menatapku berbisik lirih sambil menatap kepadaku.

“Guru menanyainya tiga kali karena ia menyangkal Guru tiga kali!”

Aku tersentak. Apa? Aku menyangkal Yesus tiga kali? Kapan? Dimana? Seingatku aku tidak pernah menyangkalinya. Simon Petruslah yang melakukan penyangkalan itu. Bukan aku!! Tetapi tunggu dulu… ah, tidak…! Aku baru ingat sekarang. Tiga pertanyaan yang yesus lontarkan kepadaku tadi adalah pertanyaan yang sama yang ia lemparkan kepada Simon 2000 tahun yang lalu… disini! Di tepi danau Tiberias! Didorong oleh rasa kalut, aku berlari menuju danau Tiberias.

Setengah takut aku mencoba mencari tahu dengan bercermin pada kedalaman danau tersebut. Dan … akh!! Apa yang aku lihat benar-benar membuatku shock!! Jantungku berdegup kencang. Mataku berkunang-kunang. Kepalaku pening. Lututku gemetar.

“Tidak, tidak mungkin! Aku bukan Simon Petrus, bukan!!”

Kembali aku menangis. Antara penyesalan dan ketidakmengertian bercampur menjadi satu. Aku tenggelam dalam tangis sampai sepasang tangan yang kuat, yang sangat aku kenal mengukuhkanku dan membisikan sebaris kalimat ke telingaku.

“Cukup sekali Aku mati bagimu, anak-Ku! Cukup sekali! Sekarang bukan saat lagi untuk menangis atau menyesali diri. Berhentilah menangis! Berpalinglah kepada-Ku! Jangan jauh-jauh dari-Ku!” katanya lembut.

Aku tertegun sejenak. Tetapi diantara linangan air mata. Aku melihat sebuah janji yang indah dimata-Nya, “Aku akan senantiasa bersamamu.”

Hari itu juga aku memperbaharui komitmenku kepadanya. Bukan sekedar janji yang Ia tawarkan… tetapi realita yang mau tak mau harus aku jalani. Krrriiiinnnggg …. Nnggggnngg … aku tersentak. Secara otomatis aku meraih jam wekerku dan mematikan alarmnya. Jam 2 pagi! Uh! Dimana aku? Dimana Yesus dan murid-murid lainnya? Ya ampun… ternyata aku lagi bermimpi!

CUKUP SEKALI AKU MATI BAGIMU

Berapa kali Yesus harus mati bagi kita? Dan harus berapa kali kita menyangkalnya? Mungkin anda tidak pernah merasa menyangkalinya. Saya juga pernah merasa hal yang sama dengan anda. Saya pernah terjebak dengan anggapan bahwa Petruslah yang menyangkali Yesus dan Yudaslah yang berkhianat kepada Yesus.

Sampai suatu hari pikiran saya dibukakan oleh Roh Kudus. Tanpa saya sadari, kadangkala ada sifat pengecut Petrus dalam diri kita. Meskipun kita lolos dari dosa Yudas (kalau berkhianat bisa dikategorikan dosa), tetapi jujur saja kalu kadangkala kita melakukan penyangkalan yang sama seperti yang Petrus lakukan dulu.

Pernahkah anda terpaksa mengambil sikap diam, padahal orang disekeliling anda membutuhkan Yesus? Mengapa anda diam? Karena anda satu-satunya orang Kristen disana, atau karena anda tidak fasih bicara? Ketahuilah , bila alasan anda sesederhana Petrus itu berarti kasih karunia yang sama, yang Yesus berikan kepadanya, akan anda terima juga!

Tahukah anda, Petrus pernah kehilangan iman kepercayaanya kepada Yesus karena takut. Sebuah alasan yang sederhana untuk memulai sebuah penyangkalan, bukan? Tetapi hal-hal sederhana seperti itulah yang tidak pernah ikta pikirkan sebelumnya. Rasa takut itulah yang selau berhasil memaksa orang Kristen menyangkali imannya.

Tetapi, apa yang terjadi ketika Yesus mati di kayu salib? Mata Petrus benar-benar terbuka. Ia tahu bahwa Yesus sangat mengasihinya. Oleh karena itu mengapa beberapa waktu kemudian, ia berani berkhotbah tentang Yesus di serambi Salomo. Dan sungguh luar biasa ! Roh kudus yang ada di dalam dirinya memberikan kekuatan ekstra untuk mengalahkan ketakutannya. Hasilnya sungguh nyata, 3000 orang yang ia bawa kepada Yesus.

Selalu ada kesempatan kedua! Jadi jangan takut! Jika cintanya begitu mempengaruhi kita, sehingga kita sulit untuk berpaling darinya, itu berarti saat bagi kita untuk mulai bekerja. Sehinga Yesus tak perlu berkata kepada kita, “Cukup sekali Aku mati bagimu!”

Marilah kita menunjukan penyesalan kita, atas penyangkalan kita kepada-Nya, bukan dengan menangis dan menyesali diri. Tetapi dengan bangkit dari kegagalan kita dan mulai melayani-Nya.


READ MORE - Cukup Sekali Aku Mati Bagimu


Waktu Terus Berdetak

| 9 April 2009 |


Bayangkan bila ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu, bernama Waktu. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa.

Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bias meminta ‘uang muka’ untuk keesokan hari. Anda harus hidup didalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan visi hidup anda. Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebagik-baiknya.



Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN

Tanyakan pada murid yang gagal kelas.



Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN

Tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.



Agar tahu pentingya waktu SEMINGGU

Tanyakan pada editor majalah mingguan.



Agar tahu pentingnya waktu SEJAM

Tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.



Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT

Tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.



Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK

Tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.



Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK

Tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.



Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapapun!



READ MORE - Waktu Terus Berdetak


Telur, Wortel dan Secangkir Kopi

| 8 April 2009 |




Ada cerita sederhana yang dapat kita renungkan. Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang, sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya diatas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel didalam panci pertama, telur dipanci kedua, dan kopi bubuk dipanci terakhir.

Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya dimangkuk, mengakat telur dan meletakkannya dimangkuk yang lain, lalu menuangkan kopi dimangkuk lainnya.

Kemudian ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur tersebut yang mengeras. Terakhir, ayahnya memeintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.

Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?” Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Namun, setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan, tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?”, Tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?”

“Apakah kamu adalah wortel? Yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak, dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut. Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, atau pemecatan menjadi keras dan kaku.Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan bijaksana serta dapat membuat keadaan di sekelilingmu juga menjadi baik.”


READ MORE - Telur, Wortel dan Secangkir Kopi


Kisah Sejati Seorang Kaka

| 7 April 2009 |


Sejak kecil ia sangat menyukai sepakbola, bahkan dalam usia remaja ia menjadi pemain yang sangat terkenal di daerahnya dengan bermain sebagai pemain cadangan di klub Sao Paolo. Namun pada usia 18 tahun sebuah bencana terjadi, ia mengalami cedera punggung yang serius saat berenang. Dokter bilang bahwa ia tidak bisa bermain sepakbola lagi, bahkan kemungkinan besar akan lumpuh akibat cedera tersebut. Tidak ada tindakan operasi atau terapi yang bisa menyelamatkannya.

Hidup kaka hancur berantakan waktu itu, kecintaannya pada sepakbola demikian besar, kini semuanya harus berakhir, bahkan sisa hidupnya harus diisi dengan kelumpuhannya. Namun Kaka tahu kemana ia harus minta tolong saat dokter sudah angkat tangan. Kaka bergumul dengan Tuhan, tak putus-putusnya ia memohon kesembuhannya. Ia bernazar pada Tuhan, jika ia sembuh dan bisa bermain sepakbola lagi, ia akan mempersembhakan seluruh prestasinya itu pada Tuhan Yesus.

Dan keajaiban pun terjadi, setahun setelah kecelakaannya itu tepatnya pada tahun 2001, Tuhan menyembuhkannya, ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan ia dapat merumput bermain sepakbola lagi. Tuhan juga memberikan hadiah bonus, ia tidak lagi menjadi pemain cadangan melainkan menjadi pemain utama dan andalan dalam klubnya. Tuhan membuat permainan Kaka menjadi begitu hebat sehingga manager tim nasional Brazil terpikat akan permainannya, dan memanggil Kaka untuk mengenakan baju kebesaran tim Brazil, emas dan hijau, dipercaya untuk bertarung di piala dunia 2002. Dari sekian banyak bakat baru bersinar di Brazil, ia hanyalah seorang pemain muda yang belum setahun membela klubnya, namun sudah dipanggil masuk tim nasional. Bagi kaka itu adalah keajaiban dan anugerah yang besar baginya.

Walaupun dia hanya jadi pemain pemain cadangan dan duduk dipinggir lapangan menonton pertandingan para seniornya di piala dunia, namun Kaka sudah sangat senang dapat ikut serta dalam kompetisi sebesar piala dunia. Kaka tidak menyadari Tuhan sedang menyediakan keajaiban lainnya bagi dia. Beberapa pertandingan berjalan begitu keras bagi Brazil, sehingga beberapa pemain bintang harus disimpan karena cidera. Datanglah kesempatan bagi Kaka untuk turun membela timnya.


Dibawah pembelaannya Brazil pun menang, peristiwa legendaries yang menggemparkan dunia itu pun terjadi, Kaka mengangkat seragamnya dan dibalikknya ada sebuah tulisan yang menggegerkan, kaos putih itu bertuliskan “I Love Jesus”. It terus dilakukannya setiap kali teman-temannya merayakan gol. Dan akhirnya Brazilpun memenangkan Piala Dunia 2002, setelah menaklukan Jerman di final dengan skor 2-0. Dalam parade kemenangan dinegaranya sendiri, kaos kesayangan yang bertuliskan ‘I Love Jesus’ itu tidak pernah dilepasnya. Hal itu mengispirasi banyak pemain Brazil (bahkan pemain Negara lain) melakukan hal yang sama.

Saat diwawancara oleh stasiun TV dan ditanya mengapa ia melakukan hal itu, ia berkata, ‘Saya ingin memperlihatkan dengan hidup dan kerja saya, apa yang telah Tuhan lakukan bagi saya, supaya orang dapat melihat apa yang Tuhan bisal lakukan dalam kehidupan mereka.’ Permainnya yang cantik di Piala Dunia tidak luput dari perhatian sebuah klub raksasa di Italia, AC Milan. Tidak lama kemudian mereka meminta Kaka masuk dalam timnya sebagai pemain utama. Kaka-pun pindah bergabung dengan AC Milan, masuk dalam liga Italia yang keras dan penuh bintang. Namun dalam musim pertamanya di Liga Italia seri A, ia langsung menyuumbangkan gelar juara scudetto bagi AC Milan.

Dalam waktu singkat Kaka menjadi bintang dan pujaan banyak orang khususnya wanita, kegantengannya yang seperti seorang bintang film membuat ia selalu dikejar-kejar fans wanita, dimanapun ia berada akan selalu ada jeritan gadis-gadis muda yang mengaguminya. Namun cinta dan kesetiaannya hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yang jauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepakbola selau dikelilingi wanita-wanita cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari semuanya itu. Ia bahkan tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya di Italia sebelum pernikahan, seperti yang dilakukan para pemain bola di liga-liga besar.


Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang sangat sederhana, sangat berrbeda dengan pernikahan selebritis lain yang super mewah. Dalam jumpa pers ia menyatakan bahwa ia masih perjaka dan Caroline masih perawan. Itu adalah periode yang penting, sebuah ujian untuk cinta kami berdua. Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungan sebelum pernikahan, tapi saya bisa melewatinya. Malam pertama kami juga ditandai darah keperawanan, sebagai tanda cinta suci kami. Walaupun sebuah isu pindah agama sempat menerpanya diakhir tahun 2006, namun Kaka membuktikan pada mata dunia, bahwa ia adalah murid Kristus sejadi dalam final liga Champion Mei 2007. Menjadi pahlawan kemenangan melawan Liverpool, Kaka langsung meryakan golnya dengan membuka kaosnya dan menunjukkan tulisan “I belong to Jesus” kemudian berlutut berdoa bersyukur ditangah lapangan.



Teman-temannya yang lain turut merayakannya, tapi mereka mengerti dan tidak mengganggu Kaka yang sedang berdoa. Peristiwa ini ditontong jutaan pemirsa yang menyaksikan final liga Champion 2007. Bagi Kaka beserta seluruh pemain dan pendukung AC Milan, kemenangan ini merupakan mujizat. Tidak ada yang menyangka AC Milan akan menang, ditengah kepungan 3 raksasa inggris yang diunggulkan yaitu Manchester United, Chelsea dan Liverpool. Kaka menjadi Top Scorer dalam Liga Champion, pertarungan liga paling bergengsi dan tertinggi diseluruh dunia. Membuatnya dinobatkan sebagai raja oleh para media Italia, dan pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik didunia. Klub-klub kaya seperti Real Madrid diberitakan telah mengajukkan penawaran sebesar 100 juta euro (1 trilyun rupiah lebih) jauh memecahkan rekor pemain termahal saat ini. Bahkan ditahun 2009 ini dia dinobatkan sebagai pemain Barazil terbaik yang bermain di Eropa.



READ MORE - Kisah Sejati Seorang Kaka


Keberhasilan Ala Semut

| 6 April 2009 |

Ams 6 : 6-11

Tuhan sering sekali menggunakan berbagai cara untuk mengingatkan dan mengajarkan sesuatu hal kepada manusia. Kali ini ini kita akan belajar dari hewan, hewan kecil yang lemah tapi Tuhan menjadikannya teladan untuk kita supaya kita belajar sesuatu hala yang membangun dari hewan tersebut. Adalah seekor semut yang kecil yang akan mengajarkan manusia mengenai arti sebuah perjuangan hidup yang tak mengenal waktu dan tak mengenal lelah.

1. Semut adalah binatang yang rajin dan bertanggung jawab.

Ams 22 : 13, Ams 12 : 27, Ams 20 : 4, II Tes 3 : 10

Seperti ungkapan di atas semut adalah binatang rajin dan bertanggung jawab, itu benar adanya. Coba perhatikan dengan seksama, apakah kita pernah melihat seekor semut duduk-duduk santai dan berjemur? Atau keluar pada jam-jam atau meusi-musim tertentu? Semut akan selalu bekerja siang dan malam, baik musim hujan atau pun panas, anda pasti akan melihat seekor semut bekerja, bahkan dimanapun kita berada semut juga ada, artinya semut tidak takut untuk ditempatkan dimanapun, ia akan mengerjakan tugasnya sapai selesai dan penuh tanggung jawab.

Berbeda dengan manusia yang sering bermalas-malasan karena berbagai alasan, di bawah ini adalah ciri-ciri seorang pemalas :

a. Seorang pemalas adalah seorang yang selalu menunda pekerjaan
b. Seorang pemalas tidak menyelesaikan apa yang dimulainya
c. Seorang pemalas akan mencari dan mengikuti jalan yang mudah yang jauh dari pada rintangan

2. Semut adalah binatang yang pantang menyerah.

II kor 4 : 8

Jika anda melihat seekor semut cobalah anda untuk menghalangi jalannya. dan perhatikan apa yang semut tersebut lakukan! ia akan mencari jalan lain untuk meneruskan jalannya atau bahkan dia akan memanjat rintangan yang anda buat untuk bisa terus berjalan ke depan. Semut tidak peduli apapun rintangan yang menghalangi, ia akan berusaha untuk menghadapinya tanpa rasa takut ataupun ragu. Sebab ia fokus pada apa yang menjadi visinya. Tetapi menusia sering kehilangan visi dan menjadi lemah oleh karena persoalan yang menghalangi jalannya.

3. Semut bekerja sama dengan baik dalam satu tim.

II Tim 2 : 23, Maz 133 : 1-3

Kita sering melihat semut bertabrakan satu sama yang lain, kira-kira apa yang mereka lakukan? Jarang sekalai manusia memperhatikan apa yang sebenarnya mereka lakukan, apa hanya sekedar menyampaikan salam atau bertegur sapa? Sebenarnya apa yang mereka lakukan adalah mereka bertukar informasi tetntang sesuatu yang bisa dikerjakan, dalam artian mereka meminta bantuan teman yang lain untuk bekerja sama mengerjakan suatu pekerjaan. Semut bekerja sama dengan baik dengan sesamanya tanpa mengindahkan persoalan-persolan sepele dalam hidup mereka. Semut selalu fokus pada terget misi mereka dan bekerja bersama-sama untuk mencapai target tersebut. Semut bukan binatang superior melainkan binatang yang lemah yang memiliki keterbatasan sehingga mereka akan membutuhkan satu dengan yang lain untuk mengerjakan tugas yang berat. Dan mereka akan senantiasa membantu satu dengan yang lain untuk tercapainya keberhasilan bersama dalam mengerjakan visi mereka.


Tuhan memberkati...


READ MORE - Keberhasilan Ala Semut


Setia Sampai Mati

| 3 April 2009 |



Di tengah maraknya perselingkuhan dan perceraian, kita beruntung masih bisa melihat kisah cinta sejati antaraRonald Reagan dan Nancy. Tahun 1950, Nancy bertemu Reagan saat ia bekerja debagai aktris di MGM. Dua tahun kemudian mereka menikah dan dikaruniai 2 orang anak; Patti dan Ron. Sejak saat itu mereka selalu bersama selama kurang lebih 54 tahun sampai maut memisahkan mereka.

Saat Reagan menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat selama 2 periode, Nancy selalu mendampingi dan menjadi penasehatnya. Di masa tua setelah pensiun (1994), Reagan menderita penyakit ALzheimer dan menghilang dari aktivitas publik. Sewaktu Reagan sakit, Nancy dengan setia mendampingi dan merawat suaminya selam akurang lebih 10 tahun. Penyakit itu merusak memori dan membuat Reagan lupa segala-galanya, bahkan ia tidak mengenal istrinya lagi.

Pernah suatu kali Reagan bertanya kepada Nancy, "Anda siapa, kok siang-malam menemani saya terus?" Dengan senyum sabar Nancy menjawab, "Aku istrimu sayang, itu sebabnya aku terus menemanimu." Nancy dengan setia tetap mendampingi sampai Reagan menghembuskan nafas terakhir pada 19 Juni 2004. Nancy berkata, "Saya kira satu-satunyasaat dimana mereka melarang saya masuk adalah saat ia berada di kamar operasi. Di luar itu saya selalu mendampinginya."

Kisah Nancy dan Reagan adalah bukti tentang kebesaran cinta. Nany setia menyertai suaminya dalam suka dan duka sampai maut memisahkan mereka. Ia bukan hanya mendampingi si koboy Reagan pada saat kuat, sehat dan terkenal, melainkan juga saat lemah, sakit dan menghilang dari publik dalam keadaan berduka.

Tuhan menghendaki rumah tangga orang beriman mencerminkan gambaran kasih dan kesetiaan seperti itu; selalu setia dalam suka dan duka, sehat dan sakit, kaya dan miskin, sampai maut memisahkan.


READ MORE - Setia Sampai Mati


Keputusan Sang Ayah

| 2 April 2009 |


Setelah beberapa lagu pujian dinyannyikan seperti biasanya pada hari minggu, pembicara gereja bangkit berdiri dan perlahan-lahan berjalan menuju mimbar dan berkotbah.

“ Seorang ayah dan anaknya serta teman anaknya pergi berlayar ke Samudera Pasifik “, dia memulai, “ ketika dengan cepat badai mendekat dan menghalangi jalan untuk kembali ke darat. Ombak sangat tinggi, sehingga meskipun sang ayah seorang pelaut yang berpengalaman, ia tidak dapat lagi mengendalikan perahu sehingga mereka bertiga terlempar ke lautan. “

Pengkotbah berhenti sejenak dan memandang mata dua orang remaja yang mendengarkan cerita tersebut dengan penuh perhatian. Dia melanjutkan, “ Dengan menggenggam tali penyelamat, sang ayah harus membuat keputusan yang sangat sulit dalam hidupnya . Kepada anak mana ia akan melempar tali penyelamat itu. Dia hanya mempunyai waktu beberapa detik untuk mengambil keputusan. “

Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang pengikut Kristus, dan ia tahu bahwa teman anaknya bukan. Pergumulan yang menyertai proses pengambilan keputusan ini tidaklah dapat dibandingkan dengan gelombang ombak yang ganas. Ketika sang ayah berteriak, “ Aku mengasihi engkau, anakku!” dia melemparkan tali itu kepada teman anaknya. Pada waktu ia menarik teman anaknya ke sisi perahu, anaknya telah menghilang hanyut di telan gelombang dalam kegelapan malam. Tubuhnya tidak lagi ditemukan lagi. “

Ketika itu dua orang remaja yang duduk di depan, menantikan kata-kata berikut yang keluar dari mulut sang pembicara. “ Sang ayah,” si pembicara melanjutkan, “ tahu bahwa anaknya akan masuk ke dalam kekekalan dan diselamatkan oleh Yesus, dan dia tidak sanggup membayangkan jika teman ayahnya melangkah dalam kekekalan tanpa Yesus. Karena itu ia mengorbankan anaknya sendiri. Betapa besar kasih Allah, sehingga Ia melakukan hal yang sama kepada kita. “ Sang pembicara kembali ke tempat duduknya sementara keheningan memenuhi ruangan.

Beberapa saat kemudian, dua remaja yang duduk di sisi pembicara. “ Cerita yang menarik, “ seorang remaja memulai pembicaraan dengan sopan, “ tapi saya pikir tidaklah realistis bagi sang ayah untuk mengorbankan hidup anaknya hanya dengan berharap bahwa teman anaknya akan menjadi seorang pengikut Kristus. “

“ Benar, engkau benar sekali, “ jawab pembicara. Sebuah senyum lebar menghiasi wajahnya dan kemudian dia memandang kedua remaja tersebut dan berkata, “ Tentu saja itu tidak realistis bukan? Tapi saya disini untuk memberitahu kalian behwa cerita itu membuka mata saya tenteang apa yang sesungguhnya terjadi ketika Tuhan memberikan Anak-Nya untuk saya. Engkau tahu… sayalah teman anak itu. “


Tuhan memberkati...


READ MORE - Keputusan Sang Ayah


Ketika Tuhan Berkata “Tidak”

| 1 April 2009 |


Tuhan Selalu menjawab DOA kita. Kadang-kadang jawaban-Nya adalah “TIDAK”



Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.”
Tuhan berkata, “Tidak!! Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.”
Tuhan berkata, “Tidak!! Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku kesabaran.”
Tuhan berkata, “Tidak!! Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.”
Tuhan berkata, “Tidak!! Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.”
Tuhan berkata, “Tidak!! Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.”
Tuhan berkata, “Tidak!! Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cinta-Mu padaku.
Tuhan berkata… “Akhirnya kau mengerti!!”



Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkan permintaan kita, justru karena Tuhan tahu yang terbaik, yang mungkin kita tidak tahu.

Kadang kita merasa Tuhan tidak sayang sama kita hanya karena Tuhan tidak mengabulkan permintaan kita. Kadang kita merasa tahu apa yang terbaik buat kita, padahal ketika doa tidak dikabulkan bukan berarti Tuhan tidak sayang sama kita, karena Tuhan tahu yang terbaik bagi kita itulah kenapa Tuhan tidak mengabulkan permintaan kita…

Segala yang baik menurut manusia, belum tentu baik menurut Tuhan dan yang buruk menurut manusia, belum tentu buruk menurut Tuhan.


Tuhan memberkati...





READ MORE - Ketika Tuhan Berkata “Tidak”


followers

Archive